Latihan Penanggulangan Pencemaran Laut 2022 Mulai Hari Ini

Tim Cek Fakta | Selasa, 24/05/2022 23:35 WIB


Penyelenggaraan Regional Marpolex tahun 2022 akan menggunakan konsep Real-Situation, di mana pelaksanaan pelatihan dikondisikan sesuai dengan keadaan pada saat terjadi nyata keadaan darurat tumpahan minyak di laut. Plt. Dirjen Perhubungan Laut Capt. Mugen S. Sartoto (tengah). Foto: dok. katakini.com

MAKASSAR – Kegiatan latihan penanggulangan pencemaran laut akibat tumpahan minyak atau Marine Pollution Exercise (Marpolex) yang melibatkan tiga negara dimulai hari ini, Selasa (24/5/2022), di Makassar, Sulawesi Selatan. Ketiga negara yang terlibat dalam Marpolex 2022 adalah Indonesia, Filipina, dan Jepang.

“Indonesia dan Filipina adalah dua dari negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki kesamaan, yakni memiliki wilayah perairan yang lebih luas dari wilayah daratan sehingga membuat transportasi laut memiliki peranan yang sangat penting sebagai urat nadi perekonomian nasional,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melalui keterangan tertulis pembukaan kegiatan Marpolex 2022 yang diterima katakini.com.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, yang juga bertindak sebagai Ketua Delegasi Indonesia, Capt. Mugen S. Sartoto, menjelaskan, bahwa Regional Marpolex 2022 akan dilaksanakan mulai tanggal 24 s.d 27 Mei Tahun 2022.

Kegiatan ini akan diisi dengan berbagai kegiatan dan Latihan, antara lain Upacara Pembukaan, Pre-Sail Conference, Planner and Controller’s Meeting, Table Top Exercise, serta Latihan Basah yang meliputi SAR Operation, Fire-Fighting Operation, Oil Spill Recovery Operation, Equipment Recovery Operation, Damage Assessment Operation, FINEX dan Sailing Pass.

Baca juga :
Ini 7 Fakta Menarik Ikan Sapu-Sapu, Benarkah Bisa Dimakan?

“Selain itu, akan dilaksanakan juga Pelatihan untuk Perhitungan Biaya Operasi Penanggulangan Tumpahan Minyak serta Biaya Klaim dan Kompensasi,” ungkap Mugen.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mugen melanjutkan, penyelenggaraan Regional Marpolex tahun 2022 akan menggunakan konsep Real-Situation, di mana pelaksanaan pelatihan dikondisikan sesuai dengan keadaan pada saat terjadi nyata keadaan darurat tumpahan minyak di laut, baik dari segi mekanisme prosedur, alur komando, komunikasi, dan penyampaian informasi serta organisasi operasi.

“Dengan menggunakan konsep Real-Situation Scenario, diharapkan tujuan utama dari latihan ini dapat tercapai, yaitu melatih dan familiarisasi prosedur, tugas dan aktifitas organisasi operasi penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak di laut sebagai bekal persiapan jika terjadi nyata,” katanya.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Dalam pelaksanaannya, Regional Marpolex Tahun 2022 melibatkan berbagai instansi dan negara terkait antara lain dari Indonesia (Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2006 dan Tim Daerah dari Sulawesi Selatan), Filipina (Philippine Coast Guard), Jepang (Japan Coast Guard).

“Kita juga mengundang Observer dari Australia, Singapura, Malaysia, Denmark, dan negara lain yang telah memiliki kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding) dengan Indonesia dalam penanggulangan tumpahan minyak di laut, untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” imbuh Mugen.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Marpolex 2022 tumpahan minyak pencemaran laut