
Investor emas. Prospek Positif untuk Investasi Logam Mulia, Simak Prediksi Harga Emas 2022. (FOTO: SHUTTERSTOCK)
JAKARTA - Anda tertarik investasi emas khususnya yang berupa logam mulia? Jika iya, rencana Anda tepat karena investasi emas dinilai memiliki prospek yang positif pada tahun ini?
Seperti dilansir Bisnis.com, prospek investasi pada instrumen emas sepanjang 2022 diprediksi masih positif seiring dengan ancaman inflasi dan sentimen perang Rusia-Ukraina.
Riset dari World Gold Council yang dirilis pada Jumat pekan lalu, 6 Mei 2022 seperti dikutip Bisnis, menyebutkan potensi investasi emas akan dipengaruhi oleh dua hal yang saling bertolak belakang.
Satu sisi, pelambatan pemulihan ekonomi dan konflik Rusia – Ukraina. Di sisi lain, membaiknya keadaan geopolitik dari konflik Rusia – Ukraina dan kelanjutan pemulihan ekonomi pasca pandemi virus corona.
"Awal tahun yang baik di pasar dan implikasi negatif dari perang Rusia Ukraina serta lonjakan inflasi membuat kami yakin bahwa tingkat investasi emas akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya," demikian kutipan laporan tersebut.
Sementara itu tingkat permintaan konsumen kemungkinan akan ditekan oleh lonjakan harga dan perlambatan ekonomi secara global.
Di sisi lain pelemahan permintaan dari China pada kuartal I/2022, membuat potensi pemulihan permintaan dari segmen perhiasan akan sulit tercapai pada tahun ini.
Walau demikian, permintaan terhadap perhiasan emas secara keseluruhan masih berada di fase pemulihan dari kebijakan lockdown virus corona. Maka, hal tersebut dapat menjadi penopang pemulihan permintaan secara tahunan.
Dikutip dari Bisnis.com, berdasarkan data Bloomberg, akhir pekan lalu (6/5/2022) harga emas Comex terpantau naik 7,10 poin atau 0,38 persen ke US$1.882,8 per troy ons. Sementara itu, harga emas Spot naik 6,63 poin atau 0,35 persen ke US$1.883,81 per troy ons.
Sebelumnya, logam mulia diprediksi segera menembus resistensi harga US$2.000, karena emas dinilai memiliki kemampuan mengatasi kekuatan dolar AS.
Bank Sentral Mencari Emas
World Gold Council juga menilai bahwa bank sentral masih akan terus mencari instrumen emas sepanjang tahun ini. Meski demikian, nilai pembelian pada tahun ini diprediksi lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2021.
"Pertumbuhan pasokan dari tambang diprediksi akan solid kembali di tahun 2022, dengan kontribusi yang tidak signifikan dari lindung nilai (hedging)," demikian kutipan laporan tersebut.
Pada kuartal I/2022 permintaan investor global terhadap emas tercatat naik 34 persen, secara tahunan menjadi 1.234 ton. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak kuartal IV/2018 dan melampaui rerata 5 tahunan sebesar 1.039 ton.
Instrumen exchange traded fund (ETF) emas mencatatkan inflow tertinggi secara kuartalan sejak kuartal III/2020. Bisnis menyebutkan bahwa kepemilikan investor terhadap instrumen ini naik menjadi 269 ton, atau berbanding terbalik dengan net outflow pada 2021 sebanyak 174 ton.
Sementara itu investasi pada keping emas dan emas batangan adalah sebanyak 282 ton. Jumlah tersebut lebih rendah 20 persen dibandingkan dengan kuartal I/2021, namun masih di atas rerata 5 tahunan sebesar 11 persen. (*)
Jum'at, 17/04/2026