Macron Menang, Pengunjuk Rasa Bentrok Dengan Polisi

Akhyar Zein | Senin, 25/04/2022 11:58 WIB


Protes serupa terjadi di kota barat Rennes dan Nantes pada malam hari, meskipun ada larangan oleh otoritas setempat. Orang-orang menghadiri demonstrasi setelah pengumuman hasil pemilihan presiden Prancis 2022. Spanduk berbunyi:

JAKARTA - Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Paris tak lama setelah Emmanuel Macron memenangkan masa jabatan kedua sebagai presiden Prancis, Minggu.

Para pengunjuk rasa anti-Macron, yang menyebut diri mereka "anti-fasis," bentrok dengan polisi di Republic Square pusat.

Polisi anti huru hara Prancis menggunakan gas air mata dan menuntut para pengunjuk rasa untuk membubarkan kelompok tersebut.

Protes serupa terjadi di kota barat Rennes dan Nantes pada malam hari, meskipun ada larangan oleh otoritas setempat.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Sekitar 250 pengunjuk rasa membakar tempat sampah di jalan-jalan dan dibubarkan oleh polisi dengan gas air mata di Rennes.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Exit poll setelah pemilihan putaran kedua antara Macron dan pemimpin sayap kanan Marine Le Pen menunjukkan kemenangan yang jelas bagi presiden petahana dengan 58,2% melawan 41,8% un

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
anti Macron pengunjuk rasa polisi