Cendekiawan Muslim Serukan Bantuan Kemanusiaan ke Zona Konflik Selama Ramadan

Akhyar Zein | Senin, 04/04/2022 03:01 WIB


Turki mendukung kaum tertindas di seluruh dunia tanpa mendiskriminasi orang Mesir, Afghanistan, Suriah, Afrika, dan Ukraina, tidak seperti kebijakan munafik Barat. Sekretaris jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, Ali al-Qardaghi (foto: republika.co.id)

JAKARTA - Ali al-Qardaghi, sekretaris jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional yang berbasis di Qatar, menyerukan negara-negara Islam untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan, terutama di zona perang dan konflik selama bulan suci Ramadan.

Bantuan harus segera dikirim, terutama ke zona konflik seperti Suriah, Yaman, dan Ukraina.

Al-Qaradhaghi mengatakan Ramadan sangat penting bagi umat Islam untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan tanpa diskriminasi.

Ada arus migrasi akibat konflik di Yaman, Suriah, dan Afghanistan, kata dia, seraya mengatakan dunia menghadapi gelombang migrasi baru setelah perang Rusia di Ukraina.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

“Ribuan orang telah menjadi pengungsi dari Ukraina. Orang-orang ini seperti yang di Suriah, Afghanistan, dan Yaman. Mereka melarikan diri dari kematian. Tidak ada yang rela meninggalkan negara atau rumah mereka,” tutur dia, seraya menambahkan bahwa mereka berjuang untuk bertahan hidup dalam perjalanan menuju migrasi.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Mengkritik kebijakan negara-negara Eropa terhadap imigran, al-Qaradhaghi menjelaskan bahwa pengungsi Muslim di negara-negara Barat dihadapkan pada praktik rasis dan diskriminatif.

Dia mengatakan Turki mendukung kaum tertindas di seluruh dunia tanpa mendiskriminasi orang Mesir, Afghanistan, Suriah, Afrika, dan Ukraina, tidak seperti kebijakan munafik Barat.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Turki telah menunjukkan kemurahan hatinya dengan membuka pintunya bagi jutaan pengungsi, imbuh dia.

Abderrazak Guessoum, ketua Asosiasi Ulama Muslim Aljazair, mengatakan mereka menentang semua jenis perang yang menyebabkan kehancuran, rasa sakit, dan kebencian, yang menyebabkan ribuan anak menjadi yatim piatu.

“Anda tahu, dalam beberapa hari terakhir, jutaan orang Ukraina harus bermigrasi karena perang. Ini bukan hanya masalah dunia Islam tetapi seluruh dunia. Untuk membangun perdamaian dunia, sangat penting untuk mengakhiri perang ini,” tambah Guessoum.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Bantuan zona konflik Muslim pengungsi