Cadangan Devisa Rusia Dibekukan

akhyar | Senin, 14/03/2022 16:15 WIB


Otoritas Rusia akan memantau dengan ketat inflasi dan kondisi dana pensiun negara tersebut Ilustrasi Rubel (Foto: Reuters)

JAKARTA - Sekitar 640 miliar dolar AS (sekitar Rp9,17 kuadriliun)  atau hampir separuh dari cadangan valuta asing dan emas milik Rusia telah dibekukan, demikian disampaikan Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov.

Siluanov mengatakan bahwa negaranya akan membayar kepada para kreditur menggunakan rubel, katanya dalam sebuah program televisi Rusia.

Dia mengatakan bahwa konflik yang sedang terjadi di Ukraina bukanlah hal mudah bagi institusi keuangan Rusia.

Namun, cadangan modal negara itu memungkinkan sejumlah bank yang berada di bawah pembatasan ketat untuk menjalankan fungsinya.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

Otoritas Rusia akan memantau dengan ketat inflasi dan kondisi dana pensiun negara tersebut, ujar Siluanov.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

"Tentu saja, kita memiliki cukup uang untuk menjamin produksi barang-barang vital. Bank sentral akan menyediakan likuiditas yang dibutuhkan bagi sistem keuangan," katanya.

Rusia menghadapi gempuran sanksi ekonomi dari negara-negara Barat, termasuk pembekuan aset, sejak operasi militer khusus Rusia di Ukraina diluncurkan pada Februari.

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Devisa Rusia emas sanksi ekonomi