Airbnb Menghentikan Operasi di Rusia Sebagai Sanksi

Budi Wiryawan | Sabtu, 05/03/2022 22:45 WIB


Orang-orang memesan Airbnb di Ukraina. Ilustrasi: Logo Airbnb

Jakarta - Platform penyewaan penginapan Airbnb dan biro perjalanan dalam jaringan Booking hentikan operasi di Rusia untuk memberikan sanksi kepada negara tersebut.

CEO Airbnb Brian Chesky mencuit soal penundaan ini. Dia mengaitkan langkah ini dengan nama perusahaan besar lainnya, seperti General Motors C, Boeing Co dan Alphabet Inc.

"Orang-orang memesan Airbnb di Ukraina. Mereka tidak bermaksud tinggal hanya ingin membantu warga," kata Chesky, Sabtu (5/3/2022).

Perusahaan tersebut juga berhenti beroperasi di Belarusia. Airbnb sebelumnya mengatakan menawarkan tempat tinggal sementara untuk 100.000 orang yang keluar dari Ukraina, melalui lembaga nirlaba mereka.

Baca juga :
Pertamina Apresiasi Polres Indramayu Ungkap Penyalahgunaan LPG dan BBM

Sama seperti Airbnb, Booking Holdings Inc juga menghentikan kegiatan mereka di Belarusia.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

"Setiap hari urgensi perang di Ukraina semakin meningkat, begitu juga dengan kerumitan melakukan bisnis kawasan itu," kata CEO Booking, Glenn Fogel, melalui unggahan di LinkedIn. (antara)

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Airbnb Rusia Penginapan Ukraina