Enam Negara Uni Eropa Kirim Ahli untuk Bantu Ukraina Tangani Peretasan

Yati Maulana | Rabu, 23/02/2022 10:15 WIB


Lituania, Belanda, Polandia, Estonia, Rumania, Kroasia akan mengirim tim ahli yang mereka bentuk sebelumnya untuk membantu para mitra. Ilustrasi: Peretasan. Foto: Reuters

JAKARTA - Enam negara Uni Eropa mengirim tim ahli keamanan siber ke Ukraina untuk membantu menangani ancaman siber setelah Rusia secara resmi mengakui dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur, kata wakil menteri pertahanan Lithuania, Selasa, 22 Februari 2022.

Menanggapi permintaan dari Ukraina pada hari Senin, Lituania, Belanda, Polandia, Estonia, Rumania, Kroasia akan mengirim tim ahli yang mereka bentuk sebelumnya untuk membantu negara, lembaga, dan mitra Uni Eropa lainnya untuk mengatasi ancaman dunia maya, kata Wakil Menteri Pertahanan Margiris Abukevicius.

"Ukraina mungkin memerlukan bantuan untuk menangani insiden atau dukungan tertentu untuk menguji infrastruktur mereka mencari kelemahan keamanan", katanya kepada Reuters.

Peretas militer Rusia berada di balik serentetan serangan penolakan layanan (DDoS) yang secara singkat membuat situs perbankan dan pemerintah Ukraina offline, kata Amerika Serikat dan Inggris pada hari Jumat.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Rusia telah membantah peran apa pun dalam DDoS, yang menimbulkan gangguan yang relatif terbatas pada Selasa pekan lalu.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan pada hari Senin para ahli dunia maya Inggris bekerja dengan Ukraina untuk membantu melindunginya dari aktivitas Rusia.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Serangan Siber Bantuan UE Peretasan Ukraina