Tiga Orang Tewas di Belanda Akibat Badai Eunice

Akhyar Zein | Sabtu, 19/02/2022 13:58 WIB


Eunice membesar menjadi badai nyata dengan kekuatan angin skala 10 sekitar pukul 15.00 waktu setempat dan memasuki negara itu melalui wilayah pesisir barat. Pohon tumbang menimpa sepeda (foto: europenewsok.com)

JAKARTA - Tiga orang tewas akibat tertimpa pohon tumbang di wilayah Amsterdam, Belanda ketika badai Eunice menerjang pada Jumat (18/2).

Dua orang tewas di Kota Amsterdam, dan satu di kota tetangga Diemen.

Sementara itu, seorang wanita lansia terluka parah akibat tertimpa pohon tumbang di Boekel, Provinsi Brabant Utara. Wanita itu dirawat di rumah sakit akibat beberapa patah tulang.

Lembaga cuaca KNMI mengumumkan kode merah di semua provinsi pesisir di Belanda, peringatan untuk cuaca yang mengancam jiwa.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak
Di tempat lain, kode oranye diterapkan, kecuali di Provinsi Limburg, Belanda selatan, yang memberlakukan kode kuning.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar
Eunice membesar menjadi badai nyata dengan kekuatan angin skala 10 sekitar pukul 15.00 waktu setempat dan memasuki negara itu melalui wilayah pesisir barat.

Menjelang malam, badai melewati puncaknya di wilayah selatan, barat, dan tengah negara itu. Namun, di wilayah utara, embusan angin dengan kecepatan lebih dari 120 kilometer per jam terus berlanjut.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa
Badai tersebut menyebabkan banyak pohon tumbang dan kemacetan lalu lintas di jalan raya.

Di Bandar Udara Schiphol Amsterdam, sekitar 350 dari 1.000 penerbangan harus dibatalkan pada Jumat. Operator kereta Belanda NS mengumumkan pada Kamis (17/2) bahwa pihaknya menghentikan layanan sejak pukul 14.00 waktu setempat. Di Den Haag, sebagian atap stadion klub sepak bola ADO Den Haag rusak diterjang badai.

Di Belgia yang bersebelahan dengan Belanda, Eunice digambarkan sebagai badai terburuk di negara itu dalam 30 tahun, menyebabkan kerusakan dan setidaknya satu kematian, demikian dilaporkan media setempat.

Bagian atap Bandar Udara Zaventem di Brussel koyak oleh angin kencang, mengganggu lalu lintas udara.
 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Badai Eunice tertimpa pohon kode merah