Kamp Militer Diserang, Perwira Prancis Tewas, 9 Terluka di Mali

akhyar | Senin, 24/01/2022 11:25 WIB


Ini adalah serangan pertama sejak Prancis mengumumkan penarikan militer yang bertujuan mengurangi pengerahan pasukan pada 2023 dan membangun aliansi Eropa untuk memerangi terorisme. Pasukan Prancis di Sahel, Mali (Foto: AFP/Getty Images/ theguardian.com)

JAKARTA - Seorang personel militer berpangkat tinggi Prancis tewas dalam aksi dan sembilan tentara terluka ketika kamp militer Barkhane di Mali dihantam roket, kata sebuah pernyataan dari pemerintah, Minggu.

Kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkonfirmasi bahwa Brigadir Alexandre Martin dari resimen artileri Hyeres ke-54 tewas pada hari Sabtu dalam serangan mortir di sebuah kamp di Gao, Mali utara.

"Prancis bertekad untuk melanjutkan perang melawan terorisme di kawasan itu, bersama mitranya," tambah pernyataan dari Istana Elysee.

Ini adalah serangan pertama sejak Prancis mengumumkan penarikan militer yang bertujuan mengurangi pengerahan pasukan pada 2023 dan membangun aliansi Eropa untuk memerangi terorisme.

Baca juga :
Hukum Puasa Hari Tertentu Karena Tradisi Menurut Syariat

Kamp di Gao menjadi sasaran beberapa tembakan tidak langsung, melukai serius Brigadir Martin dan sembilan tentara lainnya, sebuah pernyataan terpisah dari Kementerian Pertahanan mengatakan.

Baca juga :
Hari Hiu Paus Sedunia Setiap 30 Agustus, Ini Sejarah hingga Maknanya

Pernyataan itu tidak mengungkapkan sifat atau identitas pasti dari kelompok-kelompok ekstremis yang dicurigai di balik serangan itu.

Gao adalah pangkalan militer utama untuk Operasi Barkhane yang dipimpin oleh Prancis bersama negara-negara G5 Sahel untuk memerangi kelompok-kelompok ekstremis bersenjata di wilayah Sahel.

Baca juga :
Ini Sejarah dan Makna dari Hari Anti-Penghilangan Paksa Internasional

Sejak peluncuran operasi pada tahun 2014, kelompok ekstremis telah melakukan serangan reguler di pangkalan militer Prancis, menewaskan lebih dari 50 tentara Prancis.

Dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran militer Prancis di Mali dikecam di tengah meningkatnya permusuhan politik dan memburuknya hubungan militer-sipil. Insiden seperti serangan udara Januari 2021 oleh tentara Prancis, yang menewaskan banyak warga sipil, telah memicu tumbuhnya sentimen anti-Prancis di Mali.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kamp Militer anti Prancis Mali ekstrimis