Jepang Bagian Selatan Dilanda Gempa, 13 Orang Terluka

Yati Maulana | Sabtu, 22/01/2022 13:11 WIB


Tidak ada peringatan tsunami meski pusat gempa berada di pesisir pantai. Jepang bagian selatan dilanda gempa, sebanyak 13 orang terluka. Foto: Reuters

JAKARTA - Pihak berwenang dan media lokal melaporkan, gempa berkekuatan 6,6 mengguncang barat daya Jepang pada Sabtu pagi, dan melukai 13 orang. Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan setelah gempa. Pusat gempa dilaporkan terjadi di lepas pantai Kyushu, pulau paling selatan dari empat pulau utama Jepang. Badan Meterorologi Jepang (JMA) mengatakan kedalaman gempa berkisar 45 km (30 mil).

Gempa tersebut menyebabkan guncangan di prefektur Oita dan Miyazaki yang diukur 5+ pada skala intensitas seismik Jepang, yang memiliki maksimum 7, kata badan tersebut. Tiga belas orang terluka di daerah terdekat, termasuk dua orang berusia 80-an yang terluka parah, lapor surat kabar Yomiuri, mengutip pihak berwenang setempat.

Beberapa laporan kerusakan bangunan, pipa air dan jalan telah dikonfirmasi, kata lembaga penyiaran publik NHK.

Tidak ada kelainan yang dilaporkan di pembangkit listrik tenaga nuklir Ikata, yang dioperasikan oleh Shikoku Electric Power, atau pembangkit Sendai yang dioperasikan oleh Kyushu Electric Power (9508.T) di Jepang selatan, kata Nuclear Regulation Authority.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

“Dulu, gempa kuat 10% hingga 20% diikuti gempa dengan tingkat yang sama, jadi waspadai gempa lain dengan skala intensitas hingga 5+ di wilayah yang mengalami guncangan besar, selama sekitar satu minggu,” kata JMA dalam sebuah pernyataan.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Gempa Jepang Tak Ada Peringatan Tsunami