
Pengungsi Suriah berjuang bertahan hidup di tengah hujan lebat dan hujan salju (foto: borgenproject.org)
JAKARTA - Kepala Lembaga Koordinator Tanggap Darurat Suriah Mohammed Hallaj mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa hujan lebat di pedesaan Idlib dan Aleppo memberikan dampak buruk bagi warga sipil di setidaknya 79 kamp tenda.
Ribuan pengungsi Suriah yang tinggal di tenda-tenda di barat laut negara itu berjuang bertahan hidup di tengah hujan lebat dan hujan salju.
Banyak kamp pengungsi di Idlib dan sepanjang perbatasan antara Turki dan Suriah diselimuti salju, yang membuat ratusan keluarga di sana kesulitan memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), hujan salju lebat melanda Suriah barat laut pada Selasa, merusak lokasi pengungsian, tenda, dan barang-barang milik warga.
Dalam sebuah pernyataan, OCHA menyebut kebutuhan yang paling mendesak di sana adalah memindahkan orang-orang yang terkena dampak ke tempat yang aman, menyediakan alat pemanas, mengganti tenda yang hancur, dan menyediakan makanan siap saji dan pakaian musim dingin untuk anak-anak dan keluarga.
Ali Said, yang mengungsi akibat serangan rezim Bashar Assad di desanya di pedesaan Hama tiga tahun lalu, mengatakan tendanya terendam karena hujan deras.
Dia menambahkan bahwa banyak keluarga sangat membutuhkan pasokan bantuan termasuk tenda dan jas hujan.