Berstatus Terpidana Mati, Dua Bandar Narkoba Dipindah ke Nusakambangan

Eko Budhiarto | Kamis, 13/01/2022 10:54 WIB


Pemindahan merupakan bentuk komitmen memutus mata rantai peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan. Ilustrasi

JAKARTA - Dua terpidana mati kasus narkoba dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan. Keduanya merupakan bandar narkoba.

"Kami telah memindahkan dua narapidana kategori bandar. Keduanya merupakan terpidana mati," kata Kepala Lapas Narkotika Jakarta Bayu Irsahara melalui keterangan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kamis (13/1/2022).

Bayu mengatakan pemindahan narapidana bandar narkoba tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen serius Direktur Jenderal Pemasyarakatan beserta jajaran dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan.

"Ini merupakan langkah antisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban serta upaya kami memutus pencegahan peredaran narkotika di lapas" ujarnya.

Baca juga :
Mengapa Hari Produktivitas Sedunia Diperingati Setiap 20 Juni?

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus berupaya menyelenggarakan proses pemasyarakatan sebagaimana muruahnya selaras dengan semangat deteksi dini, berantas narkoba, sinergi dan back to basic pemasyarakatan.

Baca juga :
Siapa Orang yang Paling Utama Kita Beri Sedekah?

Terakhir, proses pemindahan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan dilakukan dengan pengawalan ketat oleh petugas lapas dan bekerja sama dengan kepolisian.

"Pemindahan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya.

Baca juga :
Mengapa Hari Pengungsi Sedunia Diperingati Setiap 20 Juni?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Nusakambangan Kasus Narkoba