Puluhan Tewas Dalam Kerusuhan di Kazakhstan

Akhyar Zein | Jum'at, 07/01/2022 09:30 WIB


Aksi protes pecah Minggu lalu di negara Asia Tengah itu setelah sejumlah pengemudi mengadakan demonstrasi menentang kenaikan harga LPG di kota Zhanaozen di Mangystau. Puluhan pengunjuk rasa tewas dalam kerusuhan di Kazakhstan (foto: AFP / archyde.com)

JAKARTA - Juru bicara kepolisian Kazakhtan mengatakan puluhan pengunjuk rasa tewas ketika mereka mencoba untuk mengambil alih gedung-gedung pemerintah di ibukota bisnis Kazakhstan, Almaty.

Dalam sebuah pernyataan kepada saluran berita lokal Haber 24, Saltanat Azirbek, mengatakan bentrokan terjadi ketika petugas polisi mencoba menghentikan pengunjuk rasa memasuki gedung-gedung pemerintah di Almaty pada Rabu malam.

Azirbek mengatakan operasi untuk meredakan protes sedang berlangsung dan pihak berwenang menyarankan warga untuk tinggal di rumah mereka.

Sementara itu, Presiden Kazakh Kassym-Jomart Tokayev menginstruksikan semua petugas penegak hukum untuk tetap waspada.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Tokayev juga telah membentuk kelompok investigasi khusus yang terdiri dari jaksa dan pejabat tinggi keamanan untuk menentukan peristiwa yang menyebabkan ketegangan itu, kata sebuah pernyataan dari kantor kepresidenan.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Selain itu, gubernur daerah telah diminta untuk memberikan dukungan keuangan kepada keluarga polisi dan tentara yang tewas dalam bentrokan.

Aksi protes pecah Minggu lalu di negara Asia Tengah itu setelah sejumlah pengemudi mengadakan demonstrasi menentang kenaikan harga LPG di kota Zhanaozen di Mangystau.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

Protes menyebar ke daerah lain di Kazakhstan dan berubah menjadi demonstrasi massal di seluruh negeri.

Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan pada Rabu mengatakan bahwa lebih dari 200 orang ditahan karena mengganggu ketertiban umum, 37 kendaraan polisi rusak dan 95 petugas polisi terluka.

Demi memastikan keselamatan publik, keadaan darurat diumumkan di Almaty dan wilayah Mangystau yang kaya minyak di barat mulai 5-19 Januari. (AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
tewas pengunjuk rasa harga LPG demonstrasi massal