Lakukan Kekerasan, Taliban Pecat 1.895 Anggotanya

akhyar | Sabtu, 25/12/2021 16:01 WIB


Pemimpin Taliban Haibatullah Akhundzada mengeluarkan pernyataan pada 4 November yang memperingatkan para komandan terhadap bahaya penyusupan. Pejuang Taliban menjaga unjuk rasa di Kabul, Afghanistan, 7 September 2021. ( Foto: REUTERS)

JAKARTA - Pemerintahan Taliban Afghanistan telah membebaskan ratusan anggotanya dari tugas mereka karena praktik-praktik kasar, kata juru bicara pemerintah sementara pada hari Jumat.

Inamullah Samangani mengatakan di akun media sosialnya bahwa 1.895 anggota Taliban sejauh ini ditangguhkan, termasuk administrator di beberapa provinsi yang tidak disebutkan namanya.

Menurut Samangani, beberapa anggota Taliban yang ditangguhkan ditahan, sementara yang lain diinterogasi.

Setelah pembentukan pemerintahan sementara Taliban pada 7 September, Taliban membentuk komisi untuk "membersihkan barisan" dan mengumumkan bahwa mereka telah mulai beroperasi.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

Komisi tersebut ditugaskan untuk menghukum mereka yang menyalahgunakan nama Taliban dengan mengeluarkan mereka dari organisasi.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

Pemimpin Taliban Haibatullah Akhundzada mengeluarkan pernyataan pada 4 November yang memperingatkan para komandan terhadap bahaya penyusupan.(AA)

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Taliban penyusupan kasar administrator