Anggak Tutup Perbatasan Tak Cukup, WHO Desak Negara Tingkatkan Perawatan Kesehatan

Asrul | Jum'at, 03/12/2021 18:09 WIB


 WHO mendesak seluruh negara untuk meningkatkan kapasitas perawatan kesehatan, dan memvaksinasi masyarakat untuk memerangi lonjakan kasus. WHO menyebut penutupan perbatasan tak cukup mencegah varian Omnicron (Foto: The Daily Star)

Jakarta - Penutupan perbatasan tidak cukup untuk menekan angka penularan virus Covid-19 varian Omnicron. Demikian disampaikan Direktur Pasifik Barat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Takeshi Kasai.

Oleh karena itu, WHO mendesak seluruh negara untuk meningkatkan kapasitas perawatan kesehatan, dan memvaksinasi masyarakat untuk memerangi lonjakan kasus.

Meskipun telah menutup perbatasannya untuk bepergian dari negara-negara Afrika selatan yang berisiko tinggi, Australia menjadi negara terbaru yang melaporkan penularan komunitas dari varian baru, sehari setelah ditemukan di lima negara bagian AS.

"Pengendalian perbatasan dapat mengulur waktu, tetapi setiap negara dan setiap komunitas harus bersiap menghadapi lonjakan kasus baru," kata Takeshi Kasai dikutip dari Reuters pada Jumat (3/12).

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

"Pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan tindakan perbatasan. Yang paling penting adalah mempersiapkan varian ini dengan potensi penularan yang tinggi. Sejauh ini informasi yang tersedia menunjukkan bahwa kita tidak perlu mengubah pendekatan kita," sambung dia.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Omicron merupakan varian yang menjadi perhatian WHO. Para ilmuwan masih mengumpulkan data untuk menentukan seberapa parah dan menularnya penyakit itu.

Michelle Groome, ilmuwan di Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan, mengatakan negara itu menghadapi peningkatan infeksi yang belum pernah terjadi sebelumnya karena Omicron.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Hampir 264 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona sejak pertama kali terdeteksi di China tengah pada akhir 2019, dan 5,48 juta orang meninggal, menurut penghitungan Reuters.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Penutupan Perbatasan Varian Omnicron Virus Covid 19 WHO