Prancis Larang Kampanye Dewan Eropa yang Lawan Sikap Anti-Muslim

akhyar | Rabu, 03/11/2021 16:34 WIB


Demonstrasi menentang larangan Prancis terhadap simbol-simbol agama yang terlihat di Paris pada tahun 2003.(foto: theconversation.com)

Katakini.com,- Prancis telah melarang kampanye yang diluncurkan oleh Dewan Eropa untuk melawan ujaran kebencian anti-Muslim.

Berbicara kepada LCI TV, Sarah El Hairy, pendidikan nasional, pemuda dan olahraga, mengatakan kampanye Divisi Inklusi dan Anti-Diskriminasi Dewan Eropa mengejutkannya.

Menurut dia, kampanye tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Prancis.

"Mengenakan jilbab disarankan dalam video kampanye. Kami mengutuk ini. Prancis menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap kampanye ini [ke Dewan Eropa] dan kampanye itu dibatalkan."

Baca juga :
Sejak Genosida 2023 Lalu, Lebih dari 9.500 Warga Palestina Dilaporkan Hilang

“Mereka telah membela sekularisme dan kebebasan beragama, tetapi kampanye ini membela jilbab,” tambahnya.

Baca juga :
Begini Urutan Perjalanan Manusia Setelah Hari Kiamat

Setelah Prancis memastikan pembatalan kampanye, Dewan Eropa menghapus postingan terkait hal tersebut di akun Twitter kampanyenya.

Komisi Eropa menyediakan dana untuk kampanye sebagai bagian dari program hukum, kesetaraan dan kewarganegaraan, menurut harian Le Figaro.

Baca juga :
Asal-usul dan Makna di Balik Peringatan Hari Keju Sedunia Setiap 4 Juni

Dewan Eropa meluncurkan kampanye menentang diskriminasi terhadap perempuan yang mengenakan jilbab pada Kamis.

Gambar-gambar wanita berjilbab dibagikan di akun Twitter Divisi Inklusi dan Anti-Diskriminasi dengan slogan "Kebebasan ada dalam jilbab," "Bawa sukacita & terima hijab" dan "Kecantikan ada dalam keragaman karena kebebasan ada dalam hijab. ”(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
jilbab Dewan Eropa sekularisme Prancis