Prancis Larang Kampanye Dewan Eropa yang Lawan Sikap Anti-Muslim

Akhyar Zein | Rabu, 03/11/2021 16:34 WIB


Demonstrasi menentang larangan Prancis terhadap simbol-simbol agama yang terlihat di Paris pada tahun 2003.(foto: theconversation.com)

Katakini.com,- Prancis telah melarang kampanye yang diluncurkan oleh Dewan Eropa untuk melawan ujaran kebencian anti-Muslim.

Berbicara kepada LCI TV, Sarah El Hairy, pendidikan nasional, pemuda dan olahraga, mengatakan kampanye Divisi Inklusi dan Anti-Diskriminasi Dewan Eropa mengejutkannya.

Menurut dia, kampanye tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Prancis.

"Mengenakan jilbab disarankan dalam video kampanye. Kami mengutuk ini. Prancis menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap kampanye ini [ke Dewan Eropa] dan kampanye itu dibatalkan."

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

“Mereka telah membela sekularisme dan kebebasan beragama, tetapi kampanye ini membela jilbab,” tambahnya.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Setelah Prancis memastikan pembatalan kampanye, Dewan Eropa menghapus postingan terkait hal tersebut di akun Twitter kampanyenya.

Komisi Eropa menyediakan dana untuk kampanye sebagai bagian dari program hukum, kesetaraan dan kewarganegaraan, menurut harian Le Figaro.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Dewan Eropa meluncurkan kampanye menentang diskriminasi terhadap perempuan yang mengenakan jilbab pada Kamis.

Gambar-gambar wanita berjilbab dibagikan di akun Twitter Divisi Inklusi dan Anti-Diskriminasi dengan slogan "Kebebasan ada dalam jilbab," "Bawa sukacita & terima hijab" dan "Kecantikan ada dalam keragaman karena kebebasan ada dalam hijab. ”(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
jilbab Dewan Eropa sekularisme Prancis