
Ilustrasi ( foto: aninews.in)
Katakini.com,- Enam puluh lima gerilyawan pro-Daesh/ISIS telah menyerah di provinsi Nangarhar timur Afghanistan yang berbatasan dengan Pakistan, pemerintah setempat mengumumkan pada hari Minggu, mengutip kepala intelijen Taliban di sana.
“Melalui mediasi para tetua suku di distrik Kot dan Batkot di provinsi Nangarhar, 65 militan Daesh menyerah kepada Imarah Islam (Taliban) melalui departemen intelijen dan menyatakan penyesalan atas tindakan mereka di masa lalu,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi di Nangarhar.
Orang-orang itu diampuni karena hidup dalam "kondisi khusus," kata pernyataan itu mengutip Dr. Bashir, direktur Direktorat Keamanan Nasional di Nangarhar.
“Tetapi jika (mereka) melanggar (persyaratan penyerahan) akan diambil tindakan hukum yang paling berat,” tambahnya.
Nangarhar telah menyaksikan lonjakan nyata dalam pembunuhan yang ditargetkan dan ledakan bom, dengan militan pro-Daesh/ISIS mengklaim beberapa serangan dan Taliban melancarkan serangan balasan terhadap kelompok tersebut di sini.
Awal bulan ini, Taliban mengklaim telah membongkar tempat persembunyian Daesh di ibu kota Kabul, yang disalahkan atas banyak serangan.
Tapi, beberapa hari setelah itu kelompok tersebut mengklaim bom bunuh diri besar-besaran di Kandahar, selain mengatur pembunuhan yang ditargetkan di provinsi Nangarhar dan Parwan serta bom bunuh diri besar-besaran di sebuah masjid komunitas Syiah di provinsi Kunduz utara, menewaskan lebih dari 100 orang.(AA)
Jum'at, 10/04/2026
Jum'at, 17/04/2026