Obati Penyakit Covid-19, Indonesia Akan Adakan Pil Molnupiravir dengan Merck dan Co

Asrul | Selasa, 26/10/2021 06:17 WIB


Indonesia dan Merck sedang dalam pembicaraan untuk membangun pabrik produksi di Indonesia untuk memproduksi bahan baku. FOTO FILE: Pil pengobatan COVID-19 eksperimental yang disebut molnupiravir sedang dikembangkan oleh Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics LP, terlihat dalam foto selebaran tak bertanggal yang dirilis oleh Merck & Co Inc dan diperoleh Reuters 17 Mei 2021. Merck & Co Inc /Handout melalui Reuters

Katakini.com - Pemerintah Indonesia sedang menyelesaikan kesepakatan dengan Merck & Co untuk pengadaan pil antivirus eksperimental, bernama molnupiravir, untuk mengobati penyakit COVID-19

Hasil dari uji klinis besar bulan ini menunjukkan bahwa pil, yang dibuat dengan Ridgeback Biotherapeutics, mengurangi rawat inap dan kematian hingga 50 persen. Merck meminta izin penggunaan darurat dari Amerika Serikat (AS) awal bulan ini.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah sedang melakukan finalisasi kesepakatan dengan perusahaan dari Negeri Paman Sam tersebut, sehingga pengiriman pertama molnupiravir dapat tiba pada akhir tahun.

"Sehingga kami memiliki stok yang cukup untuk menahan potensi gelombang berikutnya," ujar dia pada konferensi pers, Senin (25/10), setelah kunjungan beberapa waktu lalu ke perusahaan di AS bersama dengan Menko Marinves, Luhut Binsar. 

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Selain itu, kata Budi, Indonesia dan Merck sedang dalam pembicaraan untuk membangun pabrik produksi di Indonesia untuk memproduksi bahan baku. "Menjajaki membangun pabrik juga di Indonesia dan bahan bakunya," ungkapnya.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Budi tidak menyebutkan berapa pil yang akan dibeli. Merck juga tidak memberikan komentar.

Merck telah menandatangani kesepakatan pasokan obat dengan tetangga Indonesia, Malaysia dan Singapura, serta Inggris. Organisasi kesehatan dunia (WHO) dilaporkan akan membeli molnupiravir seharga US$10 atau sekitar Rp 140 ribu per pilnya.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Indonesia adalah episentrum COVID-19 di Asia pada bulan Juli, dengan wabah yang sebagian besar dipicu oleh varian Delta yang ganas, meskipun kasus dan kematian sebagian besar telah menurun baru-baru ini.

Pemerintah mengatakan pada Senin sengan mengantisipasi lonjakan infeksi potensial yang dibawa oleh liburan Natal mendatang.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
pil antivirus eksperimental merck molnupiravir pabrik molnupiravir