Peta Bintang Tertua di Dunia Bakal Mejeng di Museum Inggris

Asrul | Selasa, 19/10/2021 05:32 WIB


Sebuah benda kuno yang dianggap sebagai peta bintang tertua di dunia, akan dipajang di Museum Inggris (British Museum) pada Februari tahun depan. Peta bintang tertua di dunia (Foto: BBC)

Katakini.com - Sebuah benda kuno yang dianggap sebagai peta bintang tertua di dunia, akan dipajang di Museum Inggris (British Museum) pada Februari tahun depan.

Dikutip dari BBC pada Senin (18/10), Nebra Sky Disc yang secara luas diyakini berusia 3.600 tahun, berasal dari Zaman Perunggu.

Piringan perunggu itu digali di Jerman pada tahun 1999, dan dianggap sebagai salah satu penemuan arkeologi paling penting di abad ke-20. Tetapi penemuannya juga kontroversial, karena sejumlah ilmuwan memperdebatkan keasliannya.

Piringan Nebra berdiameter sekitar 30 cm dan memiliki patina biru-hijau dengan simbol emas yang mewakili Matahari, Bulan, bintang, titik balik matahari, dan fenomena kosmik lainnya.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Menurut UNESCO, yang memasukkan artefak tersebut ke dalam daftar global dokumen bersejarah penting, cakram tersebut memberikan pandangan unik tentang pengetahuan awal manusia tentang surga.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Benda bersejarah itu milik Museum Prasejarah Negara Jerman di Halle, tetapi dipinjamkan ke British Museum, untuk kali pertama dipinjamkan ke luar negeri dalam 15 tahun terakhir.

"Ini akan membuka mata," kata Neil Wilkin, kurator pameran The World Of Stonehenge.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

"Nebra Sky Disc dan liontin matahari adalah dua benda paling luar biasa yang bertahan dari Zaman Perunggu Eropa," sambung dia.

"Keduanya baru saja digali, secara harfiah, setelah tetap tersembunyi di dalam tanah selama lebih dari tiga milenium. Kami senang bahwa keduanya akan menjadi bagian penting dalam pameran Stonehenge sekali seumur hidup kami di British Museum," tambah dia.

Tujuan awal Stonehenge tetap menjadi misteri, tetapi lingkaran batu yang dibangun sekitar 2.500 SM ini sejajar dengan pergerakan Matahari.

Matahari dan titik baliknya juga diwakili dengan tanda pada cakram Nebra, dan para ahli percaya bahwa Matahari adalah pusat agama Zaman Perunggu Eropa utara.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Peta Bintang Tertua Nebra Sky Dics Museum Inggris