Tuba, Penyu Tempayan Berkelana 12.000 Kilometer Dalam 2 Tahun

Akhyar Zein | Jum'at, 01/10/2021 12:02 WIB


Di antara lokasi penyu adalah Laut Adriatik, Yunani, Italia, Bosnia-Herzegovina, Albania, Montenegro, Malta dan pantai Kroasia. Penyu Tempayan atau Loggerhead (Caretta caretta) (foto: dictio.id)

Katakini.com,- Penyu tempayan yang dilepaskan ke laut dua tahun lalu dari pantai provinsi Mugla Turki terlacak oleh satelit telah menempuh jarak12.000 kilometer (7.456 mil).

Penyu berjenis loggerhead sea turtle itu diberi nama “Tuba” oleh pelacaknya, saat ini berada di bawah perawatan Pusat Penelitian, Penyelamatan dan Rehabilitasi Penyu (DEKAMER) di Mugla.

Penyu tempayan adalah spesies yang juga dikenal sebagai caretta caretta.

Tuba dilepasliarkan dari Pantai Iztuzu ke habitat aslinya pada 28 Agustus 2019.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Pemetaan langsung perjalanan Tuba telah dilihat lebih dari 5 juta kali, katanya, seraya menambahkan bahwa ini bagus karena minat masyarakat terhadap penyu meningkat.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Di antara lokasi penyu adalah Laut Adriatik, Yunani, Italia, Bosnia-Herzegovina, Albania, Montenegro, Malta dan pantai Kroasia.

Tuba memberi kami data yang bagus. Kami bertujuan untuk memantau penyu selama sekitar satu tahun… Kami telah menerima data selama 25 bulan, dan itu masih mengirimkan sinyal,” kata Dogan Sozbilen, koordinator ilmiah DEKAMER.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Dia menambahkan Tuba menonjol di antara penyu lainnya karena dia lebih suka perairan terbuka daripada berenang di dekat pantai.

Menurutnya laut adalah rumah bagi penyu sekaligus ancaman terbesar. Penyu tempayan merupakan spesies yang terancam punah.

Sozbilen mengatakan ada tiga penyu yang dirawat melalui upaya bersama DEMAKER dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Urbanisasi serta satu penyu hijau dilepaskan ke laut lepas pantai Mugla pada Selasa.

Sementara organisasi tersebut telah melacak 18 penyu dengan dukungan kementerian dalam dua tahun terakhir, 63 caretta caretta, termasuk yang akan dilepaskan tahun ini, akan dipantau melalui satelit dengan bantuan sebuah chip.

Komunitas ilmiah berharap bahwa pelacakan akan membantu mereka memahami tempat makan penyu, rute migrasi dan pola perilaku, menurut Sozbilen.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Penyu tempayan satelit Tuba