PM Lebanon Sebut Pengiriman bahan bakar Iran Dinilai Melanggar Kedaulatan

Asrul | Senin, 20/09/2021 14:42 WIB


Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengatakan pengiriman bahan bakar Iran yang diimpor oleh gerakan Hizbullah merupakan pelanggaran kedaulatan Lebanon. Perdana Menteri Najib Mikatin Beirut, Lebanon pada 02 Agustus 2021 [PRESIDEN LEBANE/Anadolu Agency]

Jakarta, katakini.com - Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengatakan pengiriman bahan bakar Iran yang diimpor oleh gerakan Hizbullah merupakan pelanggaran kedaulatan Lebanon.

"Pelanggaran kedaulatan Lebanon membuat saya sedih," kata Mikati kepada CNN dalam sebuah wawancara, kata kantornya dalam sebuah posting di Twitter dilansir Middleeast, Senin (20/09)

"Tetapi saya tidak khawatir bahwa sanksi dapat dikenakan pada Lebanon karena operasi itu dilakukan tanpa keterlibatan pemerintah Lebanon.

Kelompok yang bersekutu dengan Teheran pada hari Kamis mulai membawa truk tanker yang membawa bahan bakar dari Iran, sebuah langkah yang dikatakannya akan meredakan krisis energi yang melumpuhkan di Lebanon. 

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Sebuah kapal tanker membawa bahan bakar ke Suriah dan dari sana menyeberang ke Lebanon. Baik Suriah dan Iran berada di bawah sanksi AS.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Lebanon LBCI mengatakan bahwa sekelompok kapal tanker baru yang membawa bahan bakar Iran memasuki Lebanon melalui daerah Hermel.

Hermel berada di ujung utara Lembah Bekaa, sebuah daerah yang sebagian besar dihuni oleh Muslim Syiah yang mendapat dukungan dari Hizbullah.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pemerintah Lebanon Bahan Bakar Wilayah Iran