Lebanon Sita Sebuah Truk yang Membawa 20 Ton Amonium Nitrat Ilegal

Asrul | Minggu, 19/09/2021 11:02 WIB


Pasukan keamanan Lebanon menyita sebuah truk yang membawa 20 ton amonium nitrat di timur lembah Bekaa, menurut menteri dalam negeri negara itu. Seorang wanita memegang bendera Lebanon di Beirut, Lebanon, 6 Juni 2020 [Hussam Chbaro / Anadolu Agency]

Jakarta, katakini.com - Pasukan keamanan Lebanon menyita sebuah truk yang membawa 20 ton amonium nitrat di timur lembah Bekaa, menurut menteri dalam negeri negara itu.

"Penyelidikan telah dimulai dan pasukan keamanan sedang mengejar mereka yang terlibat untuk menangkap mereka," kata Bassam Mawlawi kepada wartawan, tanpa memberikan rincian tentang identitas mereka.

Pada 4 Agustus 2020, penyalaan 2.750 ton amonium nitrat di pelabuhan Beirut menyebabkan ledakan yang menewaskan lebih dari 217 orang dan melukai lebih dari 7.000 lainnya serta menyebabkan kerugian harta benda miliaran dolar.

Mawlawi mengatakan dia telah mengeluarkan instruksi untuk melakukan penyelidikan komprehensif karena takut akan kehadiran amonium nitrat dalam jumlah lain dan untuk memastikan keselamatan warga.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Dia mencatat bahwa amonium nitrat yang disita akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman jauh dari faktor apa pun yang dapat menyebabkan bencana lain, mengacu pada ledakan pelabuhan Beirut yang membawa malapetaka.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Pekan lalu, faksi-faksi Lebanon membentuk pemerintahan di bawah Perdana Menteri Najib Mikati, memecahkan kebuntuan politik selama 13 bulan.

Pemerintah Mikati menggantikan Kabinet Hassan Diab, yang mengundurkan diri enam hari setelah ledakan pelabuhan Beirut. Pemerintah baru telah menjanjikan penyelidikan lengkap terhadap ledakan pelabuhan Beirut untuk membawa para pelaku ke pengadilan.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Selama hampir dua tahun, Lebanon dilanda krisis ekonomi terburuk dalam sejarahnya, yang menyebabkan keruntuhan keuangan dan penurunan devisa, tercermin dari kekurangan bahan bakar, obat-obatan, dan komoditas pokok lainnya. (AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pemerintah Lebanon Amonium Nitrat