Israel Menentang Pembukaan Kembali Konsulat AS di Yerusalem Timur

Akhyar Zein | Kamis, 02/09/2021 09:30 WIB


Pemerintah Israel saat ini dibentuk oleh koalisi yang sangat rapuh dari partai-partai ekstrem kanan, tengah, kiri, dan Arab. Konsulat AS di Yerusalem telah ditutup sejak 2019 setelah pemerintahan Trump memasukkannya ke dalam kedutaan baru. (foto: AFP/theguardian.com)

Yerussalem, Katakini.com,- Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menentang pembukaan kembali Konsulat Amerika Serikat (AS) untuk Palestina di Yerusalem Timur, dan dia menganggap langkah itu "ide yang buruk".

"Kami pikir itu ide yang buruk dan kami telah memberi tahu Amerika bahwa itu ide yang buruk," kata Lapid dalam pernyataan yang dikutip oleh harian The Times of Israel.

“Langkah AS itu akan mengirim pesan yang salah, tidak hanya ke kawasan dan Palestina, tetapi juga ke negara lain, dan kami tidak ingin ini terjadi,” imbuh dia.

Menlu Israel juga mencatat bahwa Kabinet saat ini memiliki struktur yang sensitif, sementara langkah Amerika semacam itu dapat mengacaukannya.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Pemerintah Israel saat ini dibentuk oleh koalisi yang sangat rapuh dari partai-partai ekstrem kanan, tengah, kiri, dan Arab.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Pada 2018, pemerintahan mantan Presiden Donald Trump menutup konsulat AS di Yerusalem Timur setelah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.(AA)


Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Yair Lapid Konsulat AS ide yang buruk