
Virtual Business Meeting Madeinindonesia.com di Bogor, Selasa (31/8/2021) (ist)
Katakini.com - Sebagai upaya meningkatkan ekspor Indonesia ke India, platform ekspor Madeinindonesia.com bekerjasama dengan KBRI New Delhi dan ITPC Chennai menyelenggarakan pertemuan bisnis secara daring (virtual business meeting) yang dihadiri produsen tanah air dan pembeli potensial dari India.
Acara tersebut dimaksudkan untuk membantu membuka pasar ekspor produk makanan olahan dan produk pertanian. Sejauh ini, Indonesia menikmati surplus perdagangan dengan India. Namun, produk ekspor Indonesia yang utama selama ini adalah briket batu bara dan minyak kelapa sawit.
Charge d’affaires KBRI New Delhi Mohammad Rizky Safari menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan pertemuan bisnis daring ini. “Saya yakin dengan dukungan Madeinindonesia.com, baik produsen Indonesia maupun pembeli dari India akan bisa menikmati keuntungan,” katanya dalam pidato sambutan Selasa ( 31/8/ 2021)
Direktur Madeinindonesia.com Kemal Panigoro mengatakan bahwa perdagangan dua negara telah berjalan baik.
“Nilai perdagangan dua negara mencapai 14 milyar dolar AS di 2020. Kami memastikan hubungan business-to-business tetap berjalan balik selama pandemic,” Kemal mengatakan dalam pidato sambutannya.
Dia menambahkan, di satu sisi pandemi Covid-19 telah menimbulkan tantangan bagi perdagangan global, namun di sisi lain memunculkan kesempatan yang besar.
“Madeinindonesia.com membantu pelaku bisnis asing untuk terhubung dan menjalin mitra bisnis di Indonesia. Platform ini menawarkan produsen yang sudah terseleksi dan juga produk yang beragam,” tambahnya dalam acara yang dimoderatori oleh pengusaha muda Ari Wibowo.
Kumara Jati, Direktur ITPC Chennai, berharap acara bisnis daring ini bisa meningkatkan ekspor Indonesia.
“Kita berharap acara seperti ini bisa menghubungkan pelaku bisnis Indonesia dan India,” kata Kumara.
Sementara itu, Rakesh Adwani, Direktur Trading di Sarinah, menyatakan Sarinah sedang melakukan transformasi sebagai aggregator Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. Sementara itu, Sarinah juga sedang melakukan renovasi gedung dan dijadwalkan akan beroperasi di kuartal pertama 2022.
Rakesh menambahkan Sarinah juga akan membuka duty free di department store di Jakarta, duty free di beberapa bandara internasional di Indonesia dan juga di beberapa kota di luar negeri bekerjasama dengan perusahaan yang berbasis di Swiss.
Langkah ini dimaksudkan untuk makin memberdayakan UKM di Indonesia, tentunya dengan terlebih dahulu dilakukan kurasi atas produk-produk yang dihasilkan UKM tersebut.
Menurutnya, Sarinah juga memproduksi kerajinan dari rotan dan bamboo yang berkualitas tinggi dalam bentuk produk dekorasi rumah (home decorations).
“Kami juga bekerjasam dengan pemasok produk pertanian seperti kacang mede dan lainnya,” kata Rakesh.
Business Director dari SGS India, Sunil Yeole, menekankan bahwa produk-produk ekspor harus memenuhi standar yang telah ditentukan atau sesuai dengan aturan perdagangan internasional.
“Kami bekerja untuk memastikan produk-produk ekspor sesuai dengan standar global melalui proses verifikasi,” katanya.
Selasa, 14/04/2026
Jum'at, 10/04/2026