Nekat Masuk, Pasukan Perlawanan Irak Siap Perangi Tentara Asing

Asrul | Minggu, 25/07/2021 08:32 WIB


Komite Koordinasi Perlawanan Irak, yang terdiri dari empat kelompok Syiah yang berafiliasi dengan Iran, berjanji untuk memerangi tentara asing di negara tersebut. Tentara koalisi terbang ke Bandara Internasional Baghdad dari Zona Internasional dengan helikopter Blackhawk AS pada 31 Mei 2021 di Baghdad, Irak [John Moore/Getty Images]

Jakarta, katakini.com - Komite Koordinasi Perlawanan Irak, yang terdiri dari empat kelompok Syiah yang berafiliasi dengan Iran, berjanji untuk memerangi tentara asing di negara tersebut.

Ini terjadi hanya beberapa jam setelah peluncuran putaran keempat dialog strategis di Washington, di mana Menteri Luar Negeri Fuad Hussein menyatakan bahwa negaranya memerlukan program persenjataan dan pelatihan AS.

Hussein juga menegaskan bahwa negaranya siap untuk mempertahankan misi diplomatik dan markas mereka di negara itu, serta pangkalan militer AS yang menampung pasukan AS.

Komite Koordinasi Perlawanan sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap sasaran AS di Irak.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

"Kami tidak akan pernah menerima keberadaan tentara asing di tanah kami tercinta dengan dalih apapun, seperti mengklaim mereka di sini sebagai konsultan," bunyi pernyataan tersebut, dilansir Middleeast, Minggu (25/07).

Baca juga :
Lestari Moerdijat Sebut Guru Perempuan Tentukan Arah Pembangunan Bangsa

Pernyataan itu menambahkan bahwa pelatih AS dan aliansi internasional telah membuktikan kegagalan mereka selama sepuluh tahun terakhir dan kegagalan mereka menyebabkan runtuhnya institusi keamanan dan militer.

AS telah memimpin aliansi internasional melawan Daesh sejak 2014, karena sekitar 3.000 tentara dikerahkan di Irak, termasuk 2.500 orang Amerika.

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur

Pada 7 April tahun ini, Baghdad mengumumkan kesepakatan dengan AS untuk mengubah pasukan aliansi internasional dari pejuang menjadi konsultan.

Kemudian, Baghdad mengumumkan pembentukan komite yang mencakup pejabat pertahanan untuk memulai pembicaraan dengan AS tentang penarikan dari Irak.

Pada 5 Januari 2020, Parlemen Irak memilih untuk mengusir pasukan AS dari negara itu.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pasukan Perlawanan Irak Tentara Asing Timur Tengah