
Pemandangan udara pantai-pantai Iran dan pulau Qeshm di selat Hormuz (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Kantor berita negara Iran, IRNA melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Selasa (21/7) telah menghentikan dua kapal tanker minyak yang tidak mematuhi peraturan dan berusaha melintasi Selat Hormuz.
"Dua kapal tanker minyak yang tidak mematuhi peraturan dan berusaha melewati rute selatan Selat Hormuz yang tidak aman telah dihentikan setelah ledakan menyebabkan kebakaran hebat di atas kapal-kapal tersebut," ungkap IRGC seperti dikutip dalam pernyataan tersebut.
Menurut pernyataan itu, IRGC juga telah menyerang sejumlah aset militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain dan Kuwait, menghantam dua sistem pertahanan udara dan instalasi radar di dua pos penjagaan AS di Bahrain, serta sistem pertahanan rudal, radar, dan penerimaan satelit di Kuwait.
"Dengan pemindaian radar ini, musuh harus bersiap menghadapi gelombang serangan drone dan rudal yang lebih tegas dan dahsyat," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sementara itu, AS melancarkan putaran serangan udara lainnya terhadap Iran terkait kendali atas Selat Hormuz.
Komando Pusat AS mengatakan pihaknya telah menyelesaikan serangan terbaru pada Senin (20/7) pukul 21.00 Eastern Time, atau Selasa pukul 08.00 WIB, yang menargetkan pusat komando militer, aset maritim, situs peluncuran rudal dan drone, serta sistem pertahanan udara Iran untuk melemahkan kemampuan Teheran dalam melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melewati Selat Hormuz.
Komando pusat itu juga menambahkan bahwa sejak awal Mei, pihaknya telah membantu sekitar 900 kapal komersial dan 450 juta barel minyak mentah melewati koridor maritim internasional vital tersebut.