Arab Saudi Tegaskan Kembali Komitmen terhadap Keamanan dan Stabilitas Yaman

| Rabu, 07/07/2021 18:02 WIB


Kerajaan mendukung upaya untuk mencapai solusi politik yang komprehensif untuk mengakhiri krisis, mendesak semua pihak untuk menerima solusi politik untuk menyatukan barisan di antara semua komponen spektrum Yaman. Bendera Kebangsaan Arab Saudi. (Foto: Ahmat Bolat/Anadolu Agency)

Riyadh, katakini.com - Arab Saudi telah menegaskan kembali komitmennya terhadap keamanan dan stabilitas Yaman, dan kepada pemerintah yang sah di negara itu.

Saudi Press Agency melaporkan, kerajaan mendukung upaya untuk mencapai solusi politik yang komprehensif untuk mengakhiri krisis, mendesak semua pihak untuk menerima solusi politik untuk menyatukan barisan di antara semua komponen spektrum Yaman.

Perwakilan dari pemerintah Yaman dan Dewan Transisi Selatan bertemu di ibukota Saudi pada hari Kamis untuk membahas implementasi kesepakatan untuk menyelesaikan perbedaan mereka secara damai.

Kerajaan mengingatkan kedua belah pihak tentang urgensi berpegang teguh pada kesepakatan untuk menyatukan berbagai segmen masyarakat Yaman untuk mencegah pertumpahan darah dan mencapai keamanan dan stabilitas.

Baca juga :
Kesepakatan AS-Iran Belum Jelas, Harga Minyak Merangkak Naik

Kedua belah pihak sebelumnya telah menandatangani apa yang dikenal sebagai Inisiatif Riyadh, yang mewajibkan semua pihak untuk menerima solusi politik dan mengakhiri kekerasan yang meletus pada 2019.

Baca juga :
Sejarah HUT Wara TNI AU yang Diperingati Tanggal 12 Agustus

Pada sesi kabinet, yang diketuai oleh Raja Salman pada hari Selasa, Arab Saudi juga mengutuk upaya lanjutan oleh milisi Houthi yang didukung Iran untuk menargetkan warga sipil dan objek sipil, yang melanggar Perjanjian Stockholm, dengan meluncurkan serangan bermusuhan dari Kegubernuran Hodeidah.

Menteri Informasi Yaman Muammar Al-Eryani mengatakan pada hari Senin bahwa gerilyawan Houthi telah mengambil keuntungan dari Perjanjian Stockholm 2018 dengan pemerintah Yaman untuk melanjutkan kegiatan teror mereka di negara yang dilanda konflik.

Baca juga :
AS Klaim Rezim Iran Kini Berada di Titik Terlemahnya Sejak 1979

"Penggunaan pelabuhan (Laut Merah) oleh milisi di Hodeidah Alsalif, Ras Esa untuk menyiapkan kapal yang dikendalikan dari jarak jauh yang sarat bom menegaskan bahwa Houthi telah menggunakan Perjanjian Stockholm untuk melayani kegiatan teror mereka," kata Al-Eryani, menurut kantor berita negara SABA.

Pentagon mengatakan AS berkomitmen untuk bekerja dengan Arab Saudi untuk mengakhiri perang di Yaman dan dalam menghadapi kegiatan destabilisasi Iran di kawasan itu.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengutuk serangan yang diluncurkan oleh Houthi ke Arab Saudi. (Arab News)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Arab Saudi Stabilitas Yaman