Irak Pinjam Dana ke Bank Dunia Demi Perluas Fasilitas Gas

Asrul | Rabu, 30/06/2021 13:02 WIB


Irak Basra Gas (BGC) konsorsium telah menandatangani perjanjian pinjaman $360 juta dengan Bank Dunia International Finance Corporation (IFC). Gambar ini menunjukkan semburan gas di fasilitas Basrah Gas Company (BGC) di Basra pada 11 Februari 2019 [HUSSEIN FALEH/AFP

Jakarta, katakinicom - Irak Basra Gas (BGC) konsorsium telah menandatangani perjanjian pinjaman $360 juta dengan Bank Dunia International Finance Corporation (IFC).

Hal itu dilakukan untuk membantu mengurangi pembakaran gas di selatan negara dan menyediakan bahan bakar yang sangat dibutuhkan untuk pembangkit listrik.

BGC mengatakan bahwa pinjaman IFC lima tahun akan mendanai sebagian pembangunan Pabrik Ekstraksi Cairan Gas Alam Basra yang baru, yang akan meningkatkan kapasitas pemrosesan gas sebesar 40 persen menjadi 1,4 miliar ft³ per hari (14,42bn m³ per tahun) dari 1bn ft per hari.

"Ekspansi tersebut akan berkontribusi pada peningkatan kapasitas BGC untuk memproses tambahan 400 juta kaki kubik standar gas per hari dari produsen terdekat," tambahnya dilansir Middleeast, Rabu (30/06).

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Didirikan pada tahun 2013, Basra Gas Consortium adalah perusahaan patungan selama 25 tahun antara Perusahaan Gas Selatan milik negara, Shell, dan Mitsubishi Jepang.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Irak adalah produsen minyak mentah terbesar kedua di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) setelah Arab Saudi. Mereka memiliki produksi harian rata-rata 4,6 juta barel dalam kondisi normal.

Negara ini juga memiliki perkiraan persediaan 132 triliun kaki kubik gas, 700 miliar di antaranya telah terbakar karena kurangnya infrastruktur untuk mengeksploitasinya, kata kementerian perminyakan Irak. 

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Irak membutuhkan gas untuk mengoperasikan pembangkit listrik, dan mengimpor 20 juta standar kaki kubik per hari dari Iran, meskipun 70 juta kaki kubik standar per hari gas diperlukan untuk mengoperasikan pembangkit.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pemerintah Irak Fasilitas Gas Bank Dunia