Ubah Teks Paspor, Bangladesh Cabut Larangan Terbang ke Israel?

Asrul | Selasa, 25/05/2021 10:32 WIB


Paspor Bangladesh tidak akan lagi memuat teks Paspor Bangladesh tidak akan lagi mencantumkan teks `berlaku untuk semua negara di dunia kecuali Israel` [@ GiladCohen_ / Twitter]

Jakarta, katakini.com - Paspor Bangladesh tidak akan lagi memuat teks "berlaku untuk semua negara di dunia kecuali Israel," yang pada dasarnya mencabut larangan perjalanan selama puluhan tahun.

Pencabutan larangan itu dirayakan dalam tweet oleh Gilad Cohen, wakil direktur jenderal Kementerian Luar Negeri Israel untuk Asia dan Pasifik, yang berbagi foto yang menunjukkan halaman pertama versi lama paspor Bangladesh dan yang baru tanpa peringatan.

Dia mengatakan bahwa itu adalah langkah sambutan dan meminta Dhaka untuk bergerak maju dan membangun hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, Dhaka menolak rencana tersebut.

"Larangan perjalanan pemegang paspor Bangladesh ke Israel tetap tidak berubah. Pemerintah Bangladesh tidak menyimpang dari posisinya di Israel dan Bangladesh tetap teguh pada posisi lama dalam hal ini," kata Kementerian Luar Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan dalam sebuah pernyataan dikutip Middleeast, Selasa (26/05).

Baca juga :
Puan Terima Award dari KWP, Sebut Kerja Parlemen Butuh Dikawal Media

Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan Kamal menjelaskan bahwa teks yang memilih Israel dibuat untuk memenuhi standar internasional. Ia bersikeras bahwa kebijakan luar negeri kita tidak berubah.

Baca juga :
KPK Panggil 2 Petinggi Bank Indonesia Soal Korupsi Dana CSR

"Tidak ada negara yang menggunakan kata-kata itu lagi, bahkan negara-negara Arab," jelasnya,

Ia juga menambahkan bahwa visa diperlukan untuk bepergian ke negara mana pun.

Baca juga :
Kemendikdasmen Bangun Tiga dan Perbaiki 1.390 Sekolah di Jatim

Kementerian itu juga mengutuk serangan pasukan pendudukan Israel terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan serangan udara Israel baru-baru ini di Jalur Gaza, yang menewaskan lebih dari 270 warga Palestina, termasuk 67 anak-anak.

"Bangladesh menegaskan kembali pendiriannya yang berprinsip mengenai solusi dua negara dari konflik Palestina-Israel dalam terang resolusi PBB yang mengakui perbatasan pra-1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Negara Palestina," tambahnya.

Sementara itu, Duta Besar Palestina di Dhaka Yousef SY Ramadan mengatakan kepada media lokal kemarin bahwa penghilangan kata-kata - kecuali Israel - dari paspor Bangladesh tidak dapat diterima.

"Saya menyadari perkembangannya. Setiap negara memiliki hak berdaulat untuk membuat keputusan tentang paspor atau masalah lainnya. Setelah mengakui itu, saya akan mengatakan keputusan ini tidak dapat kami terima," tambah Ramadhan.

Mulai sekarang, paspor elektronik atau e-paspor baru akan menyatakan: "Paspor ini berlaku untuk semua negara di dunia."

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Paspor Bangladesh Pemerintah Israel Wilayah Asia