Singapore Airlines Rugi Rp45 Triliun Akibat Covid-19

Akhyar Zein | Kamis, 20/05/2021 19:42 WIB


Singapore Airlines menyampaikan angka kerugian in juga jauh lebih tinggi dari periode tahun sebelumnya yakni sebesar S$212 juta Maskapai Singapore Airlines membukukan kerugian sebesar Rp45 Triliun akibat pandemi Covid-19. (Foto: Ist)

Katakini.com - Maskapai penerbangan Singapore Airlines melaporkan kerugian sebesar S$4,27 miliar (US$3,2 miliar) atau sekitar Rp 45 triliun lebih, dalam periode tahunan Maret 2020-Maret 2021 akibat pandemi Covid-19.

Angka kerugian ini lebih parah dari perkiraan rata-rata para analis, sebesar S$3,27 miliar.

Dalam pernyaatannya pada Rabu malam, Singapore Airlines menyampaikan angka kerugian in juga jauh lebih tinggi dari periode tahun sebelumnya yakni sebesar S$212 juta.

Kerugian pada periode Maret 2019-Maret 2020 lalu itu merupakan kerugian pertama Singapore Airlines disebabkan pandemi virus Covid-19.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Pada periode Maret 2020-Maret 2021, pendapatan maskapai ini turun 76,1 persen menjadi S$3.82 miliar.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Singapore Airlines mengharapkan kapasitas penumpang bakal naik 28 persen di Juni.

Namun hal itu bergantung kepada jumlah penerbangan, apakah akan pulih atau tidak.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Pada periode Maret 2020-Maret 2021, rata-rata kursi penerbangan Singapore Airlines hanya terisi 13,4 persen.

Sepanjang Maret 2021, Singapore Airlines hanya melayani 596.000 penumpang, turun 98 persen dari tahun lalu karena pembatasan perjalanan global untuk menangkis penyebaran Covid-19.

Meski begitu, bisnis kargo bernasib lebih baik dengan penurunan volume 39 persen dari tahun sebelumnya, berkat permintaan global yang tinggi untuk peralatan medis dan pengiriman e-commerce.

Seperti maskapai lain di seluruh dunia, Singapore Airlines juga melakukan pemangkasan jumlah pegawai.

Perusahaan juga menunda pengiriman pesawat serta menambah utang untuk bisa bertahan di tengah pandemi.

Singapore Airlines berencana untuk menerbitkan surat utang senilai S$6.2 miliar atau sekitar Rp66 triliun, dalam bentuk mandatory convertible bond.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Covid 19 kerugian Singapore Airlines