Situs Terkenal Kubah Darwin di Galapagos Runtuh

| Selasa, 18/05/2021 11:30 WIB


Kementerian Lingkungan Ekuador mengatakan peristiwa itu terjadi karena erosi alami, oleh gelombang air laut. Kubah Darwin atau Lengkungan Darwin (Darwin Arch)/Foto BBC

Quito, katakini.com - Sebuah formasi batuan terkenal di lepas Kepulauan Galapagos yang dikenal dengan sebutan Lengkungan Darwin atau Kubah Darwin akhirnya runtuh.

Dikutip dari BBC pada Selasa (18/5), Kementerian Lingkungan Ekuador mengatakan peristiwa itu terjadi karena erosi alami, oleh gelombang air laut.

"Dilaporkan, Kubah Darwin jembatan alam menarik yang ditemukan kurang dari satu kilometer dari area utama Pulau Darwin runtuh," kata kementerian itu.

Situs terkenal tersebut sebelumnya dinamai dengan ahli biologi asal Inggris Charles Darwin, yang dianggap sebagai lokasi penyelaman terbaik.

Baca juga :
Sambut HUT Jakarta ke-499, Masuk Ancol Gratis Sore-Malam Mulai 8 Juni 2026

Kepulauan Galapagos 906 km di sebelah barat Ekuador, adalah situs Warisan Dunia Unesco yang terkenal di seluruh dunia karena rangkaian unik tumbuhan dan satwa liarnya.

Baca juga :
Makan Kentang Setiap Hari, Bolehkah? Ini Penjelasannya

Kepulauan ini terdiri dari 234 pulau, teluk kecil, dan bebatuan. Empat di antaranya adalah rumah bagi sekitar 30.000 penduduk.

Turis dari seluruh dunia melakukan perjalanan ke sana untuk melihat keanekaragaman hayati pulau-pulau tersebut, yang menginspirasi teori evolusi Darwin.

Baca juga :
Lima Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kubah Darwin Kepulauan Galapagos Erosi Perubahan Iklim