Cek Kondisi Minoritas Uighur, PBB Negosiasi dengan China untuk Kunjungan Tak Terbatas

Asrul | Senin, 29/03/2021 05:44 WIB


Setidaknya satu juta orang Uighur dan orang-orang dari kelompok yang sebagian besar Muslim lainnya telah ditahan di kamp-kamp di wilayah barat laut.  Sekjen PBB Antonio Guterres (Foto: Financial Tribune)

Montereal, katakini.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang bernegosiasi dengan Beijing untuk kunjungan "tanpa batasan" ke Xinjiang untuk melihat bagaimana minoritas Uighur diperlakukan. Demikian kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam sebuah wawancara yang disiarkan Minggu (28/3).

Setidaknya satu juta orang Uighur dan orang-orang dari kelompok yang sebagian besar Muslim lainnya telah ditahan di kamp-kamp di wilayah barat laut, menurut kelompok hak asasi manusia Amerika Serikat (AS) dan Australia, yang menuduh pihak berwenang China melakukan sterilisasi paksa terhadap perempuan dan melakukan kerja paksa.

China telah berulang kali menahan kritik atas perlakuannya terhadap kelompok tersebut.

"Negosiasi serius saat ini sedang berlangsung antara Kantor Komisaris (Hak Asasi Manusia PBB) dan pemerintah China," kata Guterres kepada jaringan televisi CBC Kanada.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

"Saya berharap mereka segera mencapai kesepakatan untuk mengizinkan kunjungan tanpa batasan," tambah dia.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Guterres mengatakan China telah berulang kali menegaskan kepadanya bahwa mereka ingin misi itu berlangsung.

Pada Sabtu, Beijing mengumumkan sanksi terhadap dua orang Amerika, seorang Kanada dan badan advokasi hak yang mengkritik perlakuannya terhadap Uyghur, yang menurut pejabat AS merupakan genosida.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Guterres mengatakan dia juga mengikuti "dengan keprihatinan" nasib dua warga Kanada, Michael Kovrig dan Michael Spavor, yang ditahan di China atas tuduhan spionase.

Penahanan mereka, yang dikecam Ottawa sebagai "sewenang-wenang," secara luas dipandang di Barat sebagai pembalasan atas penangkapan dan penahanan lanjutan Meng Wanzhou di Kanada, seorang eksekutif raksasa telekomunikasi China Huawei.

"Posisi kami sangat jelas," kata Guterres kepada CBC, "bahwa dalam semua situasi seperti ini, harus ada proses dan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia dari orang-orang yang terlibat." (AFP)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Minoritas Uighur PBB Pandemi COVID 19