WHO Desak Sumbangan 10 Juta Dosis Vaksin

Akhyar Zein | Sabtu, 27/03/2021 10:18 WIB


Kepala WHO mengimbau kerja sama global untuk memastikan vaksinasi dimulai di semua negara dalam 100 hari pertama tahun ini Perbesar Petugas vaksinator menunujukkan vaksin CoronaVac dari SinoVac di RSUD Cengkareng, Jakarta, Vaksin (ilustrasi)

Katakini.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat mendesak sumbangan "segera" dari 10 juta dosis vaksin Covid-19 ke 20 negara miskin di dunia untuk memastikan pemerataan vaksin di seluruh dunia.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan selama konferensi pers virtual di Jenewa bahwa peningkatan permintaan vaksin Covid-19 telah mengakibatkan penundaan.

Tedros menekankan bahwa setalah hampir seperempat tahun berlalu, 36 negara masih menunggu untuk mendapatkan vaksin dan mulai memvaksinasi populasi mereka.

Dari jumlah tersebut, 16 dijadwalkan untuk menerima dosis pertama dari COVAX dalam 15 hari ke depan, sementara 20 negara lainnya masih menunggu.

Baca juga :
Ini 7 Fakta Menarik Ikan Sapu-Sapu, Benarkah Bisa Dimakan?

"Tetapi, membuat semua negara mulai pada hari ke-100 adalah masalah yang dapat dipecahkan. COVAX membutuhkan 10 juta dosis segera sebagai langkah penghentian yang mendesak sehingga 20 negara ini dapat mulai memvaksinasi petugas kesehatan dan orang tua dalam dua minggu ke depan," kata Tedros.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

"Jadi hari ini, saya meminta negara-negara dengan dosis vaksin Covid-19 yang memiliki Daftar Penggunaan Darurat WHO untuk menyumbangkan dosis sebanyak yang mereka bisa untuk membantu kami memenuhi target itu. Dan saya meminta produsen untuk membantu memastikan negara-negara ini dapat dengan cepat mendonasikan dosis tersebut," tambah dia.

Tedros juga meminta produsen untuk meningkatkan produksi mereka sehingga vaksin tambahan dapat disumbangkan ke negara-negara miskin.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Dia juga mengkritik soal banyaknya kesepakatan swasta yang dilakukan negara-negara dengan perusahaan farmasi yang berarti lebih sedikit vaksin untuk negara-negara berkembang.(Anadolu Agency)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
dosis vaksin Covid 19 negara miskin WHO