Anggota Parlemen AS Desak Biden Lanjutkan Negosiasi dengan Iran

akhyar | Rabu, 10/03/2021 20:20 WIB


`Kami menyerukan kepada pemerintah untuk mengatasi aktivitas Iran dan mengurangi ketegangan dalam konflik,` kata kelompok bipartisan dalam surat mereka Presiden AS Joe Biden (foto Reuters)

Katakini.com - Sebuah kelompok bipartisan yang terdiri dari 140 anggota parlemen mendesak pemerintahan Joe Biden untuk memastikan dimulainya kembali negosiasi dengan Iran soal program nuklirnya.

Anggota parlemen mengatakan negosiasi juga harus membahas program rudal balistik Iran, dukungan untuk kelompok militan, dan kegiatan dunia maya negara itu.

"Kami menyerukan kepada pemerintah untuk mengatasi aktivitas Iran, mengurangi ketegangan dalam konflik, dan menjamin keamanan semua negara di kawasan itu," tulis mereka dalam sebuah surat yang ditujukan ke Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

"Amerika dan sekutu kami harus melibatkan Iran melalui kombinasi mekanisme diplomatik dan sanksi untuk mencapai kepatuhan penuh terhadap kewajiban internasional dan komitmen Iran," tambah mereka.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

Surat yang dipelopori oleh anggota kongres Anthony Brown dan Michael Waltz itu dibuat menyusul tawaran AS untuk duduk bersama dengan para pejabat Iran dan mendiskusikan program nuklir Iran. Namun Iran menolak tawaran itu pada akhir Februari.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

Pada 2018, mantan presiden AS Donald Trump menarik partisipasi Washington dalam kesepakatan nuklir 2015 dan menjatuhkan sanksi ekonomi baru ke Iran hingga meningkatkan ketegangan antara kedua negara.(Anadolu Agency)


Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Joe Biden negoisasi Iran