Setelah Vaksin Prizer dan Moderna, AS Setujui Dosis Ketiga Johnson dan Johnson

Asrul | Senin, 01/03/2021 07:08 WIB


Pemerintah AS mengesahkan vaksin COVID-19 dosis tunggal J&J, pada Sabtu (27/2), menjadikannya yang ketiga yang tersedia di negara itu setelah menyetujui Pfizer-BioNTech dan Moderna. Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Anthony Fauci berbicara selama dengar pendapat Komite Kesehatan, Pendidikan, Tenaga Kerja dan Pensiun Senat di Washington, DC, pada 30 Juni 2020. (Foto: Al Drago / Pool via REUTERS)

Washington, katakini.com - Pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS), Anthony Fauci mengatakan pada Minggu (28/2) akan mengambil vaksin COVID-19 Johnson & Johnson yang baru disetujui, saat dia mendorong warga AS menerima salah satu dari tiga vaksin yang disetujui.

"Ketiganya sangat bagus, dan orang harus mengambil yang paling tersedia untuk mereka. Jika Anda pergi ke suatu tempat dan Anda memiliki J&J, dan itu yang tersedia sekarang, saya akan menerimanya," kata Fauci. "Meet the Press" dari NBC.

Pemerintah AS mengesahkan vaksin COVID-19 dosis tunggal J&J, pada Sabtu (27/2), menjadikannya yang ketiga yang tersedia di negara itu setelah menyetujui Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Pfizer-BioNTech dan Moderna, kedua vaksin tersebut membutuhkan dua dosis dan harus dikirim dalam keadaan beku. Sedangkan vaksin J&J dapat dikirim dan disimpan pada suhu lemari es normal.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Vaksin J&J diharapkan mendapatkan persetujuan akhir untuk digunakan secara luas pada  Minggu, dan pengiriman diharapkan dimulai pada Minggu atau Senin (1/3).

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Baik vaksin Pfizer dan Moderna menunjukkan tingkat kemanjuran yang lebih tinggi dalam uji coba yang menggunakan dua dosis dibandingkan vaksin sekali pakai J&J. Namun, Fauci dan ahli lainnya mengatakan perbandingan langsung itu sulit karena uji coba memiliki tujuan yang berbeda dan J&J dilakukan sementara varian baru virus yang lebih menular beredar.

Fauci mengatakan penelitian sekarang sedang dilakukan untuk menentukan keefektifan dan keamanannya untuk anak-anak di bawah 18 tahun, yang cenderung tidak sakit akibat virus.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Siswa sekolah dasar bisa mendapatkan dosis menjelang akhir tahun atau awal tahun depan, sedangkan siswa sekolah menengah bisa mendapatkannya pada musim gugur, kata Fauci.

Vaksin baru memberi pemerintah AS pilihan lain saat mencoba mengimunisasi sebanyak mungkin orang Amerika secepat mungkin. Sekitar 14 persen orang Amerika telah menerima setidaknya satu dosis sejauh ini, menurut data pemerintah.

Presiden AS, Joe Biden mengatakan harus ada cukup pasokan untuk memvaksinasi semua orang Amerika pada akhir Juli.

COVID-19 telah merenggut lebih dari setengah juta nyawa di Amerika Serikat, dan negara bagian menuntut lebih banyak dosis untuk membendung kasus, rawat inap, dan kematian.

Infeksi harian telah menurun secara dramatis sejak puncaknya di bulan Januari, dan beberapa negara bagian mulai melonggarkan pembatasan pada pertemuan publik. Namun, Fauci memperingatkan bahwa beban kasus bisa meningkat lagi jika petugas bertindak terlalu cepat.

"Sekarang ini terlalu dini untuk menarik diri terlalu banyak," katanya. (Reuters)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
AS Anthony Fauci Vaksin COVID 19 Johnson & Johnson