Presiden AS Perpanjang Darurat Nasional Untuk Libya

Akhyar Zein | Jum'at, 12/02/2021 12:50 WIB


Menurut Biden, situasi di Libya terus menimbulkan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa bagi keamanan nasional Pejuang yang setia kepada Pemerintah (GNA) menempati posisi pejuang yang setia kepada Haftar di garis depan bandara internasional di Tripoli

Katakini.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Kamis memperpanjang keadaan darurat nasional sehubungan dengan Libya selama satu tahun.

Keadaan darurat pertama diumumkan pada 25 Februari 2011 di era Muammar Khaddafi, yang pemerintahannya dituduh melakukan kekerasan terhadap warga sipil dan menyalahgunakan aset negara Libya.

"Situasi di Libya terus menimbulkan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa bagi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan langkah-langkah diperlukan untuk melindungi dari pengalihan aset atau penyalahgunaan lainnya oleh anggota keluarga Khaddafi, rekan mereka, dan orang-orang yang menghalangi rekonsiliasi nasional Libya," kata Biden dalam perintah eksekutif.

Biden juga memberi tahu Ketua Dewan Perwakilan Nancy Pelosi dan pimpinan Senat dalam sebuah surat, mengatakan dia telah memutuskan bahwa keadaan darurat nasional perlu dilanjutkan.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Libya telah dilanda perang sipil sejak penggulingan Khaddafi pada 2011.(Anadolu Agency)

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
darurat nasional Muammar Khaddafi perang sipil