Umumkan Kondisi Darurat Nasional, Militer Myammar Tunjuk Mantan Jenderal sebagai Presiden Sementara

Asrul | Senin, 01/02/2021 15:30 WIB


Militer menunjuk Myint Swe sebagai presiden sementara Myanmar, setelah pengumuman kondisi darurat nasional, dan pemimpin Aung San Suu Kyi ditangkap atas dugaan kecurangan pemilu. Militer Myanmar memberlakukan darurat nasional (Foto: Guardian)]

Naypyitaw, katakini.com - Militer menunjuk Myint Swe sebagai presiden sementara Myanmar, setelah pengumuman kondisi darurat nasional, dan pemimpin Aung San Suu Kyi ditangkap atas dugaan kecurangan pemilu.

Myint Swe yang merupakan mantan jenderal sebelumnya menduduk posisi wakil presiden. Dia mengatakan militer akan mengadakan pemilihan umum yang bebas dan adil, setelah keadaan darurat selesai.

Melalui pengumuman di Myawaddy TV milik militer, keadaan darurat diperlukan untuk menjaga stabilitas negara, pasca menuduh UEC (komisi pemilihan Myanmar, Red) gagal menangani kecurangan pemilu pada November tahun lalu.

"UEC gagal menyelesaikan kecurangan daftar pemilih dalam pemilihan umum multi-partai yang diadakan pada 8 November 2020," kata Myint Swe dikutip dari Straits Times pada Senin (1/2).

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Pernyataan Myint menuding organisasi partai lain telah "merusak stabilitas negara".

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

"Karena situasi harus diselesaikan sesuai dengan hukum, keadaan darurat diumumkan," lanjut dia.

Aung San Suu Kyi merespon beberapa saat pasca penangkapan. Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) mengatakan Suu Kyi meminta masyarakat untuk tidak menerima kudeta oleh militer, dan mendesak masyarakat melakukan protes.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

"Tindakan militer adalah tindakan untuk mengembalikan negara di bawah kediktatoran," kata NLD dalam pernyataan yang menyandang nama Suu Kyi.

"Saya mendesak orang-orang untuk tidak menerima ini, untuk menanggapi dan dengan sepenuh hati untuk memprotes kudeta oleh militer," imbuh dia.

Sambungan telepon dan internet di ibu kota Naypyitaw dan pusat komersial utama Yangon terputus, dan saluran TV negara mati setelah para pemimpin NLD ditahan.

Pasukan mengambil posisi di Yangon di mana penduduk bergegas ke pasar untuk membeli persediaan, sementara sebagian lainnya berbaris di ATM untuk menarik uang tunai. Bank menangguhkan layanan karena koneksi Internet yang buruk.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Mantan Jenderal Myint Swe Myanmar Kudeta Darurat Nasional