Mesir Terima 4.000 Lebih Permintaan Perceraian Setiap Bulan

Syafira | Kamis, 24/12/2020 07:05 WIB


Mesir menyaksikan 211.600 kasus perceraian pada 2018, menurut badan statistik yang dikelola negara, Badan Pusat Mobilisasi dan Statistik Publik. ilustrasi cincin pernikahan (foto: Middleeast)

Jakarta, katakini.com - Sarjana Islam terkemuka Mesir, Mufti Shawky Allam mengatakan bahwa otoritas agama negara itu menerima antara 4.000 dan 4.800 kasus perceraian setiap bulan.

"Kurangnya kesadaran dan pemahaman pasangan tentang hak satu sama lain sebagai alasan meningkatnya kasus," kata Shawky dilansir Middleeast, Kamis (24/12).

Dalam sambutannya dalam seminar yang diselenggarakan oleh surat kabar Al Watan, Mufti Shawky Allam menambahkan bahwa perceraian terjadi karena alasan yang sembrono. Ia memperingatkan para suami agar tidak menceraikan istrinya kecuali tidak ada solusi untuk masalah mereka.

Dia juga mendesak pejabat perceraian untuk membahas masalah dengan mereka dan memberikan nasihat kepada pasangan-pasangan tersebut untuk meminimalisir kasus perceraian.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Mesir menyaksikan 211.600 kasus perceraian pada 2018, menurut badan statistik yang dikelola negara, Badan Pusat Mobilisasi dan Statistik Publik.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kasus Perceraian Pemerintah Mesir