Protes Kekerasan Terhadap Wanita di Brussels

Akhyar Zein | Selasa, 24/11/2020 06:05 WIB


Pengunjuk rasa mendorong hukuman yang berat bagi mereka yang terlibat dalam kekerasan terhadap wanita. Para pemrotes kekerasan terhadap wanita di Brussels, Belgia

Katakini.com-Ratusan orang berkumpul secara bersamaan di seluruh Belgia, pada 22 November 2020, untuk menarik perhatian pada kekerasan terhadap perempuan.

Pengunjuk rasa di ibu kota Brussels berkumpul di luar stasiun pusat kereta, meneriakkan slogan, dan membawa spanduk, menuntut sebuah akhir terhadap kekerasan.

Pengunjuk rasa mendorong hukuman yang berat bagi mereka yang terlibat dalam kekerasan terhadap wanita.

Aksi unjuk rasa juga dilakukan di kota lain, termasuk Liege, Antwerp, Ghent, Hasselt, Mons dan Kortrijk, di mana banyak pengunjuk rasa wanita, yang ingin suara mereka didengar, meneriakkan "sudah cukup".

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Aksi protes dilakukan menjelang Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, diamati oleh PBB pada 25 November.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Sejak Covid-19 terjadi, data dan laporan dari mereka yang berada di garis depan, menunjukkan semua tipe kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan rumah tangga, meningkat, menurut PBB.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Covid 19 Kekerasan Wanita Brussels Protes