Ini Kekuasaan Kim Yo Jong di Korea Utara

Budi Wiryawan | Jum'at, 21/08/2020 17:40 WIB


 Kim Yo Jong akan bertanggung jawab atas hubungan dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama adiknya Kim Yo Jong

Katakini.com - Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Jun berikan mandat khusus kepada adiknya Kim Yo Jong. Mandat ini menjadikannya sebagai Orang Nomor Dua di Korea Utara.

The Guardinas melaporkan, agen mata-mata Korea Selatan menyatakan Kim Yo Jong akan bertanggung jawab atas hubungan dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini juga dibenarkan pejabat intelijen Korea Selatan.

Anggota parlemen Korea Selatan yang duduk di komite majelis intelijen nasional, Ha Tae-keung, mengatakan Kim Yo Jong membantu menjalankan rezim dengan restu saudara laki-lakinya. Ha mengatakan Kim Jong Un telah menyerahkan otoritas tingkat tinggi kepada adik perempuannya.

Nama Kim Yo Jong santer diberitakan sejak menemani saudara laki-lakinya ke konferensi tingkat tinggi ( KTT) nuklir 2019 dengan Presiden AS Donald Trump di Vietnam.

Baca juga :
Polri hingga BNN Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Berpihak ke Rakyat

Kim Yo Jong secara `de facto` adalah orang kedua. Ha mengatakan penguasa Kim Jong Un juga telah mendelegasikan sejumlah wewenang pengambilan keputusan atas kebijakan ekonomi dan militer kepada pejabat senior lainnya.

Baca juga :
Kelanjutan Perundingan Iran-AS di Swiss Batal, Kenapa?

Kebijakan ini diprediksi untuk mengurangi tingkat stres pada Kim dan memungkinkan dia untuk menghindari kesalahan atas kegagalan apa pun.

Baru-baru ini, tingkat stres Kim Jong Un menjadi subjek rumor tentang kesehatannya. Ha menambahkan meski Kim Yo Jong diberi wewenang yang sangat penting, tidak ada tanda-tanda bahwa Kim Yo Jong akan mengganti Kim Jong Un.

Baca juga :
Sepuluh Gejala Awal Kanker Ginjal yang Jarang Diketahui

Dia menambahkan Kim Jong Un juga tidak dilaporkan mengalami pemburukan pada kesehatannya. Laporan tersebut muncul setelah Kim Jong Un menyerukan kongres luar biasa dari Partai Buruh yang berkuasa pada Januari untuk menyusun rencana lima tahun yang baru.

Pada pertemuan politbiro partai pada Rabu (18/8/2020), Kim Jon Un mengakui bahwa ada tantangan tak terduga dan tak terhindarkan dalam berbagai aspek dan situasi di kawasan sekitar semenanjung Korea.

Dengan sangat lugas, partai tersebut menyimpulkan bahwa tujuan untuk meningkatkan ekonomi nasional telah tertunda secara serius dan standar hidup belum meningkat secara luar biasa.

Hal itu dilaporkan oleh kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA. Selain itu, pembicaraan nuklir antara Pyongyang dan Washington di Hanoi pada Maret 2019 berakhir tanpa kesepakatan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Korea Utara Kim Yo Jong