Mantan intel Saudi Ungkap Putra Mahkota Arab Kirim Pembunuh

Ananda Nurrahman | Sabtu, 08/08/2020 01:39 WIB


Saad Aljabri mengatakan putra mahkota Arab Saudi ingin dirinya dibunuh karena dia terlalu banyak tahu soal transaksi bisnis ilegalnya Potret Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazziz dan putra Mohammed bin Salman (Foto: Fayez Nuredine/AFP/Getty Images)

Katakini.com – Gugatan yang diajukan di pengadilan distrik Amerika Serikat mengungkapkan bahwa putra mahkota Arab Saudi mengirim tim pembunuh ke Kanada untuk membunuh seorang mantan agen intelijen Saudi.

Saad Aljabri mengatakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) ingin dirinya dibunuh karena dia terlalu banyak tahu soal transaksi bisnis ilegal MbS serta pembentukan sekelompok pembunuh bayaran yang disebut Tiger Squad.

Aljabri adalah penduduk tetap Kanada yang bekerja sebagai intelijen Saudi selama 39 tahun.

Dia melarikan diri dari Arab Saudi pada 2017, membelot ke Turki, dan kemudian Toronto, di mana dia tinggal saat ini.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Dilansir Anadolu Agency, Menurut Aljabri, Tiger Squad juga lah yang membunuh jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Turki dua tahun lalu.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Sementara itu, pemerintah Kanada menolak untuk mengomentari gugatan tersebut, tetapi Menteri Keamanan Publik Bill Blair mengatakan pemerintah mengetahui situasi di mana entitas asing telah mengancam warga Kanada.

"Ini benar-benar tidak dapat diterima. Kami tidak akan membiarkan aktor asing mengancam keamanan nasional Kanada atau keselamatan warga dan penduduk kami," tegas Blair dalam sebuah pernyataan.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Ini bukan pertama kalinya MbS diduga menargetkan seorang warga Kanada untuk dibunuh.

Omar Abdulaziz, seorang kritikus terkemuka Saudi yang sekarang berada di pengasingan di Kanada, pernah membuat marah putra mahkota itu.

Pihak berwenang Kanada pun memperingatkan bahwa dia mungkin akan segera ditargetkan untuk pembunuhan atau penculikan oleh Saudi.

Abdulaziz juga melarikan diri ke Kanada dan saat ini mengelola sebuah program satire di YouTube yang terkenal karena kritikan-kritikannya terhadap Kerajaan Saudi.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Mohammed bin Salman Arab Saudi