DPR Kritik Mutu Pendidikan Anak Indonesia Sangat Rendah

Tim Cek Fakta | Jum'at, 24/07/2020 21:23 WIB


Pendidikan Indonesia mendapat rapor merah, bahkan akhir tahun lalu skornya  turun dalam laporan Programme for International Student Asessment (PISA). Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Heryawan.

Katakini.com - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan mengkritik mutu pendidikan anak Indonesia yang masih sangat rendah dan tertinggal dari negara-negara tetangga.

"Pendidikan Indonesia mendapat rapor merah, bahkan akhir tahun lalu skornya  turun dalam laporan Programme for International Student Asessment (PISA). Ini harus menjadi perhatian semua pihak, terutama pemerintah dengan Kementerian atau Lembaga terkait, terutama saat pandemi yang mengharuskan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)" kata Netty di Jakarta, Jumat (24/07/2020).

Selain itu, kata Wakil Ketua Fraksi PKS ini, masalah kesehatan anak masih terus membayangi anak Indonesia. Di beberapa wilayah, angka gizi buruk masih tergolong tinggi sehingga mengancam tumbuh kembang anak.

"Anak-anak Indonesia banyak terancam dalam masalah kesehatan, seperti gizi buruk. Memang proporsi status gizi buruk dan gizi kurang secara nasional turun dari 19,6 persen pada 2013 menjadi 17,7 persen pada 2019. Tetapi, di daerah seperti Papua Barat, Gorontalo, NTB dan NTT angkanya masih tinggi, yakni atas 20 persen. Angka stunting anak Indonesia juga masih tinggi yakni sekitar 30 persen, jauh di atas toleransi WHO 20 persen, padahal Presiden Jokowi meminta langsung agar penurunan stunting tetap menjadi prioritas nasional dan harus diwujudkan dalam berbagai program," ujarnya.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya
Kekhawatiran Netty ini wajar, karena survei dari Kementerian Kesehatan dan UNICEF terhadap lebih dari 5.300 fasilitas kesehatan di Indonesia menunjukkan 84% responden mengatakan layanan imunisasi anak terganggu akibat Covid-19. Survei ini juga menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia pada April 2020 menurun 4,7% dibanding April tahun lalu.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan
"Belum lagi kita bicara tingkat kekerasan anak yang tinggi, yang bahkan dari awal tahun hingga Juli 2020 sudah hampir mendekati empat ribu kasus yang dilaporkan. Pemerintah harus berani bertanggungjawab atas setiap permasalahan yang dihadapi anak-anak Indonesia, terutama sekali saat pandemi Covid-19 yang harus dicari jawaban dan solusinya" tandas Netty.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
DPR mutu pendidikan anak