Erdogan: "Ekonomi Islam dapat Membawa Keluar dari Krisis"

| Senin, 15/06/2020 02:23 WIB


`Pendanaan berlebihan telah menciptakan model ekonomi yang mudah meletus,` kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

Katakini.com  - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa  Ekonomi Islam menawarkan "kunci" untuk keluar dari kesengsaraan ekonomi yang kini dihadapi dunia.

"Pendanaan berlebihan telah menciptakan model ekonomi yang mudah meletus yang hanya bertindak untuk kepentingan laba yang diterima, tanpa mempertimbangkan biaya sosial dan manusia," katanya.

Itu disampikan Recep Tayyip Erdogan pada Konferensi Internasional ke-12 tentang Ekonomi dan Keuangan Islam melalui tautan video.  "Untuk membiayai investasi infrastruktur besar jangka panjang, penggunaan produk seperti sukuk harus diperluas," tambah Erdogan, merujuk pada obligasi syariah.

"Bertentangan dengan apa yang telah dijanjikan, distribusi pendapatan dan kekayaan secara bertahap memburuk di seluruh dunia, dan kesenjangan antara negara-negara melebar," katanya Erdogan dilansir Anadolu Agency.

Baca juga :
Hukum Puasa Hari Tertentu Karena Tradisi Menurut Syariat

"Setiap krisis yang dimulai di sektor keuangan dengan cepat menyebar ke sektor riil dan menciptakan barisan pengangguran baru," katanya memperingatkan.

Baca juga :
Hari Hiu Paus Sedunia Setiap 30 Agustus, Ini Sejarah hingga Maknanya

Awal tahun ini, lembaga pemeringkat kredit Moody mengumumkan bahwa aset perbankan syariah Turki akan berlipat ganda dalam satu dekade, karena inisiatif pemerintah mendorong pertumbuhan di sektor ini.

Turki telah memposisikan dirinya untuk menjadi pusat partisipasi perbankan dan keuangan Islam.

Baca juga :
Ini Sejarah dan Makna dari Hari Anti-Penghilangan Paksa Internasional
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Recep Tayyip Erdogan Ekonomi Islam Turki