
Virus corona
Katakini.com - Sebuah studi genetik menyatakan, pasien dengan golongan darah A lebih berisiko mengalami gagal napas dibanding yang bergolongan darah O. Studi ini dilakukan terhadapi ribuan pasien covid-19.
Studi terbaru di Spanyol dan Italia yang melibatkan 1.610 pasien COVID-19 tersebut menguatkan anggapan yang berkembang sejak pandemi merebak bahwa bertipe darah O lebih melindungi pemiliknya dari serangan penyakit dibanding darah tipe A yang lebih rentan.
Dalam studi baru tersebut, mengutip laman jurnalisme non profit C&EN Minggu (14/6/2020), para peneliti mengurutkan genom pasien COVID-19 di Spanyol dan Italia yang telah dirawat di rumah sakit dengan kegagalan pernafasan yang parah dan membandingkan variasi dalam urutan DNA mereka dengan 2.205 subyek sehat.
Mereka menemukan dua wilayah DNA di mana variasi urutan secara signifikan terkait dengan seberapa parah orang sakit. Salah satu wilayah tersebut mengandung kode gen untuk golongan darah A, B, O seseorang.
Pada 8 Juni, perusahaan genomik swasta 23andMe merilis hasil pendahuluan dari penelitian terhadap 750.000 orang yang sampai pada kesimpulan yang sama.
Perusahaan menemukan bahwa orang dengan golongan darah O 9-18 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terpapar COVID-19 dibandingkan orang dengan golongan darah lain.
Hasil dari kedua studi terbaru ini selaras dengan beberapa laporan lain yang diterbitkan awal tahun ini, termasuk dua penelitian di Wuhan.
Jum'at, 10/04/2026