Ilmuwan NASA Rampungkan Ventilator Tekanan Tinggi Baru

Ananda Nurrahman | Minggu, 26/04/2020 22:23 WIB


NASA mengatakan ventilator baru-baru ini diuji di Icahn School of Medicine di New York City, di mana terdapat lebih dari 140.000 kasus COVID-19.
  Kantor pengembangan angkasa atau NASA

Katakini.com - Para ilmuwan NASA dikabarkan telah merampungkan ventilator prototipe tekanan tinggi baru di Jet Propulsion Laboratory di California. Pengerjaannya diklaim hanya membutuhkan waktu sebulan lebih. Kini hanya menunggu mencari persetujuan untuk dapat disebarluaskan.

"Para insinyur membangun ventilator dalam 37 hari di Jet Propulsion Laboratory NASA di California. Mesin ini akan membantu mengatasi permintaan nasional untuk ventilator demi merawat pasien virus corona yang sakit parah," bunyi pernyataan NASA dilansir UPI, Minggu (26/04).

NASA mengatakan ventilator baru-baru ini diuji di Icahn School of Medicine di New York City, di mana terdapat lebih dari 140.000 kasus COVID-19.

"Kami mengkhususkan diri dalam pesawat ruang angkasa, bukan manufaktur perangkat medis, tetapi rekayasa yang sangat baik, pengujian yang ketat dan prototyping cepat adalah beberapa spesialisasi kami," kata Direktur JPL Michael Watkins dalam sebuah pernyataan.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

"Ketika orang-orang di JPL menyadari bahwa mereka mungkin memiliki apa yang diperlukan untuk mendukung komunitas medis dan komunitas yang lebih luas, mereka merasa itu adalah tugas mereka untuk berbagi kecerdikan, keahlian, dan dorongan mereka," tambahnya.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Mesin VITAL, yang merupakan kepanjangan dari Teknologi Intervensi Ventilator yang dapat diakses secara lokal, menggunakan lebih sedikit komponen dan cukup fleksibel untuk dimodifikasi untuk digunakan di rumah sakit lapangan atau pengaturan non-tradisional lainnya. Ini dirancang untuk bertahan antara tiga dan empat bulan, khusus untuk pasien COVID-19.

"Kami memiliki potensi untuk menyelamatkan nyawa manusia, orang-orang yang mungkin kita kenal, tetangga kita, keluarga kita, dan intensitas itu luar biasa," kata Michelle Easter, seorang insinyur mekatronik, dalam sebuah video NASA.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu

NASA sekarang meminta persetujuan yang dipercepat untuk mesin tersebut dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ventilator Tekanan Ilmuwan NASA