MRT Jakarta-Adhi Karya Teken Proyek Fase 2A Senilai Rp4,5 Triliun

Rizki Ramadhani | Senin, 17/02/2020 12:57 WIB


Seluruh pembangunan di bawah tanah dan di beberapa titik akan dibangun di bawah Sungai Ciliwung. Ilustrasi terowongan jalur MRT

Jakarta, Katakini.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk serta Shimizu Corporation Indonesia menandatangani kontrak kerja sama penggarapan proyek jalur MRT fase 2A senilai Rp4,5 triliun. Penandatanganan dilaksanakan di di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/02/2020). 

Fase 2A dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur enam kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota.

Penandatangan dilakukan oleh Direktur Konstruksi Silvia Halim dan Shimizu-Adhi Karya Joint Venture yang diwakili Yutaka Okumura terkait Paket Kontrak antara PT MRT Jakarta  dan Shimizu-Adhi Karya JV (SAJV) terkait Design and Build Underground Section MRT Jakarta Project Phase 2 Contract Package 201.

Penandatangan tersebut disaksikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, JICA Chief Representatif untuk Republik Indonesia Yamanaka Shinichi dan Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Dalam sambutannya Anies menuturkan bahwa penandatanganan tersebut merupakan hasil dari proses yang panjang agar konstruksi bisa rampung sesuai jadwal dan dikerjakan benar-benar optimal.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

“Setelah melalui proses perencanaan yang cukup rumit, pengerjaan MRT Jakarta Fase 2A khususnya 2,8 kilometer dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Monas ini bisa ditandatangani,” katanya.

Ia juga meminta agar dalam Fase 2 ini antara Stasiun MRT dan halte Transjakarta terhubung, sehingga memudahkan mobilitas masyarakat di mana seluruh kalangan dapat berbaur.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

“Transjakarta dan MRT adalah instrumen pemersatu karena ini untuk kita semua. Rancangan Fase 2 ini sudah memperhitungkan integrasi. Nantinya seluruh transportasi, MRT yang menjadi backbone agar 100 persen terintegasi. Tidak akan ada lagi masalah seperti tidak terintegrasinya Stasiun ASEAN dan koridor 13 Transjakarta. Sekarang semua terintegrasi. Ini akan dilakukan untuk seluruh pembangunan transportasi umum baik itu MRT Jakarta, Transjakarta, dan LRT Jakarta agar warga masyarakat mudah untuk menjangkau ke mana saja,” katanya.

Direktur Utama MRT William P Sabandar mengatakan proses konstruksi Fase 2 lebih rumit dari Fase 1. Sebab, seluruh pembangunan di bawah tanah dan di beberapa titik akan dibangun di bawah Sungai Ciliwung serta adanya struktur tanah yang lunak di Jakarta Utara.

“Mengingat lokasi proyek yang berada di area Ring 1, PT MRT Jakarta selalu mengedepankan keamanan untuk masyarakat khususnya warga Jakarta. Sehubungan dengan hal tersebut PT MRT Jakarta akan menggunakan sistem perencanaan pembangunan dengan sistem pengamanan tinggi khususnya pada saat pengerjaan konstruksi Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas,” katanya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
MRT Jakarta Adhi Karya William P Subandar