Inggris-Korea Selatan Tekan Perdagangan Bebas sebelum Brexit

| Senin, 10/06/2019 14:49 WIB


Inggris-Korea Selatan Tekan Perdagangan Bebas sebelum Brexit Won, mata uang Korea Selatan yang bercorak keemas-emasan. (Foto: Thomas White / Illustration/Reuters)

Seoul, Etoday.com - Pemerintah Korea Selatan mengatakan, Seoul dan Inggris sepakat menandatangani kesepakatan perdagangan bebas terpisah sebelum Inggris keluar dari Uni Eropa akhir Oktober.

Demikian disampaikan Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi, Korea Selatan pada Senin (10/6).

Kementerian tersebut mengatakan, kesepakatan itu akan membantu Korea Selatan meminimalkan ketidakpastian perdagangan dan mempertahankan perdagangan dengan Inggris berdasarkan perjanjian perdagangan bebas Seoul dengan Uni Eropa.

"Kesepakatan itu termasuk mempertahankan tarif nol pada ekspor Korea Selatan seperti onderdil mobil dan mobil," kata kementerian itu.

Baca juga :
Obat Terbatas, Sektor Kesehatan Palestina Berada di Ambang Kehancuran

Korea Selatan juga akan menyiapkan tanggapan terhadap skenario-skenario lain yang mungkin bisa muncul termasuk Brexit tanpa-kesepakatan.

Baca juga :
Sejak Genosida 2023 Lalu, Lebih dari 9.500 Warga Palestina Dilaporkan Hilang

Keanggotaan Uni Eropa di Inggris akan berakhir pada 31 Oktober, dengan atau tanpa kesepakatan. Jika kesepakatan belum disetujui dan diratifikasi pada waktu itu, maka negara itu akan keluar tanpa kesepakatan.

"Korea Selatan akan meminta persetujuan dari parlemennya dan meratifikasi pakta perdagangan dengan Inggris sebelum 31 Oktober," kata kementerian itu.

Baca juga :
Begini Urutan Perjalanan Manusia Setelah Hari Kiamat

Pada 2018, ekspor Korea Selatan ke Inggris berjumlah sekitar USD6,4 miliar pada 2018, merupakan 1,05 persen dari total ekspor negara itu, menurut data dari Asosiasi Perdagangan Internasional Korea.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Uni Eropa Amerika Serikat Perdagangan Bebas