Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Mardani Soroti Harga Pangan, Anggaran Daerah, hingga Gaji Guru

Aliyudin | Kamis, 22/10/2026 19:18 WIB


Keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kualitas tata kelola, pengawasan, serta kesediaan pemerintah menerima kritik dan masukan dari masyarakat. Anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera. Foto: elvis/kwp/katakini

JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, memberikan sejumlah catatan kritis terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari persoalan harga pangan, pemangkasan anggaran daerah, tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kesejahteraan guru.

Hal itu disampaikan Mardani dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Mengupas Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat, Ekonomi Kuat, hingga Kemandirian Nasional” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Mardani menegaskan, PKS mengambil posisi kritis, konstruktif, dan tetap mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat.

Menurutnya, evaluasi terhadap kinerja pemerintah harus dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan capaian maupun kekurangan yang masih perlu diperbaiki.

Baca juga :
Tanda Keberkahan Umrah dan Haji Usai Pulang

“Kita ingin rakyat lebih diutamakan,” ujar Mardani.

Baca juga :
Doa Meminta Dunia Saat Umrah dan Haji, Pantaskah?

Ia juga mengingatkan agar penilaian terhadap pemerintahan tidak terjebak dalam ruang gema atau echo chamber, yakni lingkungan yang hanya menyuarakan pandangan positif atau sebaliknya terus-menerus menyampaikan kritik negatif.

Menurut Mardani, perbedaan hasil survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo harus disikapi secara proporsional dengan memperhatikan metode penelitian masing-masing lembaga.

Baca juga :
Bahaya Niat Umrah dan Haji Bukan Karena Allah


Ketahanan Pangan Membaik, Harga Masih Tinggi

Mardani mengapresiasi capaian pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, terutama terkait produksi beras, ketersediaan pupuk, dan kebijakan yang memungkinkan Indonesia tidak melakukan impor beras.

Menurutnya, keberhasilan menjaga produksi beras dan mengendalikan harga pupuk menjadi kabar baik bagi petani. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Ia menilai persoalan pangan tidak cukup diukur dari ketersediaan beras, tetapi juga harus mencakup kecukupan protein hewani, sayuran, dan sumber gizi lainnya.

“Di beras sudah oke, tetapi di daging kita masih jauh,” ujarnya.

Mardani juga menyoroti keterbatasan peran Perum Bulog dalam menyerap dan menguasai cadangan beras nasional. Ia menyebut porsi cadangan yang dikuasai Bulog masih sekitar 14–15 persen, sementara sebagian besar berada di tangan swasta.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat kebijakan pemerintah dalam menjaga harga di tingkat petani belum sepenuhnya berdampak pada harga yang dibayar masyarakat.

Ia menyinggung tingginya harga beras di tingkat konsumen yang dalam pemaparannya disebut mencapai Rp15.000 per kilogram.

Karena itu, Mardani mengusulkan agar peran negara dalam pengelolaan dan distribusi bahan pokok diperkuat, sehingga stabilitas harga dapat terjaga dan masyarakat berpenghasilan rendah tidak semakin terbebani.

“Untuk bahan pokok, dominasi negara perlu diperbesar. Kalau perlu, ada proteksi negara karena ini menyangkut stunting dan persoalan gizi masyarakat,” katanya.


Evaluasi Pemangkasan Anggaran Daerah

Selain pangan, Mardani menyoroti kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang menurutnya terus menekan kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan pelayanan publik.

Sebagai anggota Komisi II DPR yang membidangi pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah, ia mengatakan keterbatasan anggaran membuat sejumlah pemerintah daerah kesulitan menjalankan program serta memenuhi kebutuhan belanja pegawai.

Ia turut menyinggung pengangkatan sekitar 1,3 juta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), yang menurutnya menambah beban fiskal daerah ketika ruang anggaran semakin terbatas.

Menurut Mardani, kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi pelayanan dan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Ia meminta pemerintah mengevaluasi kembali pembagian anggaran antara pusat dan daerah dengan mengacu pada semangat otonomi daerah.

Mardani menilai desentralisasi tidak cukup diwujudkan melalui pembagian kewenangan administratif, tetapi juga harus disertai dukungan anggaran yang adil.

“NKRI harus terlihat juga dari keadilan dalam anggaran,” tegasnya.


Perbaiki Tata Kelola Program MBG

Mardani mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tujuan yang baik dan menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi masyarakat.

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kualitas tata kelola, pengawasan, serta kesediaan pemerintah menerima kritik dan masukan dari masyarakat.

Menurutnya, program berskala besar harus dijalankan secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap program strategis membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang matang.


Risiko Tata Kelola Danantara

Dalam bidang ekonomi, Mardani menyoroti langkah pemerintah memperbesar peran negara sebagai aktor utama pembangunan, termasuk melalui pembentukan Danantara dan berbagai instrumen investasi negara.

Ia menilai keterlibatan negara dalam perekonomian bukan sesuatu yang keliru. Sejumlah negara lain juga menjalankan kebijakan serupa untuk memperkuat posisi negara dalam mengelola aset dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, menurutnya, niat baik pemerintah harus didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, tata kelola yang profesional, serta mekanisme pengawasan yang kuat.

Mardani mengingatkan bahwa tanpa pengawasan yang memadai, pengelolaan aset negara berisiko menyimpang dari tujuan awal dan membuka peluang penyalahgunaan kewenangan.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan kerugian negara dan potensi tindak pidana korupsi ditangani melalui mekanisme hukum yang tepat.

“Ketika niat baik ini tidak didukung orang yang baik, tim yang baik, dan pengawasan yang baik, bisa menjadi bancakan dari satu ke bancakan lain. Negara harus hati-hati,” ujarnya.


Prioritaskan Kenaikan Gaji Guru

Catatan terakhir Mardani berkaitan dengan sektor pendidikan. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan, tetapi menilai kesejahteraan guru harus menjadi prioritas yang lebih besar.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur sekolah dan penyediaan perangkat teknologi pendidikan tidak akan optimal jika tidak diimbangi peningkatan kesejahteraan serta kapasitas tenaga pendidik.

Ia menilai guru memegang peranan penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Karena itu, Mardani meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap peningkatan gaji guru, sekaligus mendorong pengembangan kompetensi mereka.

“Naikkan gaji guru. Fasilitas fisik yang luar biasa, ada layar pintar, tetapi kalau gaji gurunya tidak cukup, bagaimana?” katanya.

Mardani berharap pemerintah dapat memasukkan peningkatan gaji guru sebagai salah satu prioritas dalam perencanaan anggaran mendatang, termasuk pada APBN 2028.

Ia mencontohkan kebijakan peningkatan gaji guru di Singapura sebagai salah satu gambaran pentingnya perhatian negara terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.

Menutup pernyataannya, Mardani menegaskan bahwa PKS akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintahan Prabowo dengan pendekatan kritis dan konstruktif.

Menurutnya, dukungan terhadap pemerintah tidak berarti menutup ruang kritik. Sebaliknya, masukan yang disampaikan secara objektif diperlukan agar kebijakan negara semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Mardani Ali Sera