Jangan Takut Kehilangan Jabatan, Ini Pesan dari Nabi

Vaza Diva | Kamis, 22/10/2026 14:30 WIB


Mencari keridaan manusia terkadang membuat seseorang dihadapkan pada pilihan sulit, terutama ketika harus berhadapan dengan kekuasaan. Ilustrasi - lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Detik)

JAKARTA - Mencari keridaan manusia terkadang membuat seseorang dihadapkan pada pilihan sulit, terutama ketika harus berhadapan dengan kekuasaan.

Dalam ajaran Islam, seorang Muslim diingatkan agar tidak mengorbankan prinsip agama demi menyenangkan penguasa, terlebih jika tindakan tersebut bertentangan dengan perintah Allah SWT.

Rasulullah SAW berkata:

مَنْ أَرْضَى سُلْطَاناً بِمَا يُسْخِطُ اللَّهَ خَرَجَ مِنْ دِينِ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ

Baca juga :
Pesan Ilahi di Balik Kebakaran Banjir dan Kemarau

Artinya: "Barangsiapa yang mencari ridha penguasa dengan sesuatu yang membuat murka Allah, maka ia telah keluar dari agama Allah Azza wa Jalla." (Bihar al-Anwar, Jilid 70, hlm. 393)

Baca juga :
Bangun Dialog Sehat, Fahri Ajak Pemerintah Tak Hindari Diskusi Fakta Lapangan

Hadis tersebut memberikan peringatan tentang bahaya mendahulukan kepentingan penguasa daripada ketaatan kepada Allah SWT.

Kedudukan, jabatan, maupun keinginan memperoleh pengakuan dari orang yang memiliki kekuasaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membenarkan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama.

Baca juga :
Memahami Syariat Islam Berdasarkan Pandangan Sunni dan Syiah

Pesan ini juga berkaitan dengan pentingnya menjaga kejujuran dan prinsip moral ketika berhadapan dengan pihak yang memiliki kewenangan.

Seseorang tidak semestinya membenarkan kebohongan, mendukung kezaliman, atau mengabaikan kebenaran hanya demi mendapatkan keuntungan maupun menjaga hubungan dengan penguasa.

Dalam kehidupan sehari-hari, pesan tersebut dapat menjadi pengingat agar seorang Muslim tetap mempertimbangkan nilai benar dan salah berdasarkan ajaran agama, bukan semata-mata mengikuti keinginan orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi.

Meski demikian, hadis ini tidak berarti bahwa menghormati atau menaati pemimpin dalam perkara yang baik merupakan tindakan tercela.

Hal yang menjadi peringatan ialah ketika upaya menyenangkan penguasa dilakukan dengan mengorbankan ketaatan kepada Allah SWT.

Karena itu, pesan utama hadis tersebut adalah pentingnya menjaga integritas dan tidak menjadikan keridaan manusia sebagai alasan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama.

Seorang Muslim diingatkan untuk menempatkan ketaatan kepada Allah SWT sebagai prinsip utama dalam mengambil keputusan, termasuk ketika menghadapi tekanan dari pihak yang memiliki kekuasaan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info Keislaman Ridha Penguasa Hilang Jabatan Rasulullah SAW