Kisah Lelaki Masuk Surga karena Memaafkan Penagihan Utang

Anggoro Aristo Priambodo | Selasa, 20/10/2026 21:01 WIB


Teladan mulia melapangkan utang menjadi jalan pembuka pintu surga. Ilustrasi memaafkan utang orang lain

Katakini.com - Islam mengajarkan bahwa setiap amal kebaikan, sekecil apa pun, memiliki keutamaan luar biasa di sisi Allah SWT.

Di antara kisah para pendahulu yang patut menjadi teladan adalah seorang lelaki yang mendapat ampunan dan jaminan surga bukan karena melimpahnya ibadah sunnah.

Lelaki pedagang ini memiliki kebiasaan mempermudah urusan muamalah dan transaksi keuangan dengan sesama manusia semasa hidupnya di dunia.

Setiap kali membayarkan atau menagih piutang, ia selalu memerintahkan pembantunya untuk memaafkan mereka yang berada dalam kesulitan ekonomi.

Baca juga :
Sikapi Dinamika Pasar, BNI Lanjutkan Aksi Korporasi Buyback Saham

Ia menegaskan agar piutang orang miskin yang tidak mampu membayar digugurkan dengan harapan Allah SWT juga memaafkan kesalahan-kesalahannya.

Baca juga :
Hari ATC Sedunia, AirNav Komit Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan

Sikap kedermawanan dan kelapangan hati tersebut menjadi bukti nyata indahnya kepedulian sosial dalam ajaran agama Islam.

Keteladanan kisah ini secara rinci diriwayatkan dalam hadis sahih muttafaqun `alaih yang bersumber dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu `anhu.

Baca juga :
Bahaya Dengki yang Merusak Ketenangan dan Kebaikan

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman saat hisab: "Kami lebih berhak untuk berbuat demikian daripada dia, maka maafkanlah hamba-Ku ini." (HR. Bukhari No. 2078 dan Muslim No. 1562).

Sikap melunakkan tagihan utang ini sejalan dengan anjuran mulia dalam Al-Qur`an untuk memberikan penangguhan waktu bagi mereka yang kesusahan.

Allah SWT berfirman: "Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan." (QS. Al-Baqarah [2]: 280).

Potongan ayat tersebut menegaskan bahwa bersedekah dengan menyedekahkan utang jauh lebih utama bagi keselamatan di akhirat kelak.

Melapangkan beban saudara sesama muslim saat di dunia akan membawa kelapangan hakiki saat manusia dihisab di Padang Mahsyar.

Pelajaran berharga dari kisah ini mengedukasi kita agar tidak keras hati dan senantiasa mengedepankan sifat pemaaf dalam berinteraksi sosial.

Muamalah yang dilandasi niat ikhlas dan kasih sayang akan membimbing seorang hamba menuju kenikmatan surga-Nya.

Semoga kisah inspiratif ini mengetuk hati kita untuk senantiasa memudahkan urusan sesama dan menebar kemanfaatan hidup.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
lelaki masuk surga memaafkan utang muamalah Islam